Begini Cara Iran Menghadapi Virus Corona

Setelah menggila di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, di  penghujung 2019 lalu, pandemi corona hijrah ke berbagai negara, termasuk Indonesia, yang berhasil membuat kekhawatiran warga ‘enam dua’, yang konon kebal dari virus tersebut. Sebelum ke Indonesia, pandemi corona sudah lebih dulu menyapa ke berbagai negara, dan mewabah di sana.

Akibat meluasnya pandemi corona hampir di tiap negara,  membuat aktifitas masyarakat dunia jadi lumpuh. Di sebagian negara, sekolah, kampus, dan kantor instansi diliburkan dan dialihkan ke online. Dan membuat beberapa pertandingan tim-tim elite sepakbola Eropa harus digelar tanpa penonton, bahkan sampai ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Miris sekali bukan?

Setalah diumumkan adanya virus corona yang menjangkiti salah satu warganya di pertengahan Februari 2020, pemerintah Iran langsung gerak cepat mengantisipasi meluasnya virus tersebut. Dalam hal ini, pemerintah Iran tak gerak sendirian, mereka ditemani masyarakatnya yang kompak dalam membendung virus corona.

Statistik terbaru mengenai  korban virus corona di Iran , seperti yang diterbitkan oleh media IRNA baru-baru ini, telah menyentuh angka 14, 991, jumalah kematian 753 jiwa, dan korban yang berhasil disembuhkan sebanyak 4, 996 orang. Tentu, seiring dengan berjalannya waktu, statistik ini bisa saja berubah.

Di luar itu semua, ada hal menarik untuk kita soroti bersama, yang luput dari liputan media internasional, yang mungkin, bisa kita jadikan sebagai pelajaran, dan contoh tentang bagaimana pemerintah dan masyarakat Iran secara kompak ‘berperang’ melawan virus corona.

Selama mewabahnya virus corona di Iran, penulis selalu mengamati, tentang bagaimana masyarakat Iran dalam mengadapi virus tersebut. Salah satunya, pemerintah  Iran, melalui menteri kesehatan bertindak secara jor-joran membagikan selebaran brosur yang berisi langkah-langkah mengenali virus corona dan cara mengantisipasinya, dan juga mengkampanyekan  hal yang sama di saluran televisi dan sosial media.

Dengan begitu, masyarakat akan sadar dan tahu apa yang mesti dilakukan saat berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, bukti keserisusan pemerintah dalam melindungi warganya dari virus corona, adalah, mereka meliburkan sekolah-sekolah, kampus-kampus, dan mengalihkannya melalui online, baik melalui situs yang telah disediakan oleh pihak sekolah, maupun melalui televisi nasional, dan juga mengurangi jam kerja kantor.

Tentu, semua itu dilakukan, agar masyarakat tidak berkumpul di keramaian, sebab munculnya virus corona berasal dari tempat-tempat ramai. Keserisuan pemerintah dalam menangani pandemi corona tak berhenti di situ, mereka juga membagikan masker dan disinfektan ke warganya secara gratis.

Menariknya, pernah suatu hari, penulis  menyaksikan sopir taksi yang dengan sukarela membagikan sarung tangan plastik dan tisu kepada tiap penumpangnya. Kisah lainnya di balik riuhnya pemberitaan virus corona di Iran, yang juga luput dari sorotan mereka, adalah sekelompk ibu-ibu yang membeli buah-buahan lalu mereka berikan buah-buahan itu kepada para perawat  di salah satu rumah sakit yang tengah menangani pasien corona.

Alasan mereka sederhana, agar para perawat dan  dokter itu tetap sehat dan kuat  saat menangani para pasien yang terjangkit virus corona. Sebab, mereka menyadari, mereka tak bisa berbuat banyak, yang  bisa mereka lakukan hanya dengan memberi buah-buahan kepada para dokter dan perawat itu.

Selain itu, di beberapa bangunan yang terdapat liftnya, disedikan tisu. Tujuanya, agar para penumpang lift tak sembarangan memencet tombol, tanpa menggunakan tisu yang telah disediakan. Hal itu dilakukan demi mecegah virus corona, yang bisa menular melalui sentuhan-sentuhan tangan.

Yang terbaru, pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Imam Sayyid Ali Khamenei, memberikan intruksi kepada pasukan bersenjata Iran untuk membuat pusat kesehatan demi melindungi warganya dari penyebaran virus corona, seperti yang penulis kutip dari situs resminya, Khamenei.ir.

Kini, virus yang kedatangannya tak pernah diharapkan itu datang tanpa diundang di negeri tercinta kita, Indonesia. Sejauh ini, sesuai data terbaru yang dirilis oleh Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Ahmad Yurianto, memaparkan per selasa (17-03-2020) terdapat 172 kasus corona. 9 di antaranya sembuh, dan 5 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sebagai warga Indonesia, tentu kita selalu mendoakan yang terbaik, demi keselamatan mereka, dan kita semua. Kita juga selalu berharap, semoga penyebaran pandemi corona di Indonesia, bahkan dunia segera lenyap dari kehidupan kita, dan warga bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Akhir kata, mungkin kita juga bisa mencontoh Iran, bagaimana pemerintah dan masyarakatnya bergerak secara kompak dan sadar menghadapi virus corona, sembari berbekal sebuah slogan yang selalu mereka gaungkan,  Corona ra sekast mi-dahim! (Kami akan kalahkan corona!). (Media HPI).

 

 

 

 

 

 

Share :
Headline, Lingkar Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.