Keistimewaan Syahid Qasem Soleimani

Pada Rabu 8 Januari 2020, Pemimpin Besar Revolusi Islam, Imam Sayyid Ali Khamenei menyampaikan pidato pertamanya setelah kesyahidan Jenderal Qasim Soleimani.

Pidato tersebut sangat ditunggu-tunggu sebagian besar  masyarakat dunia. Banyak stasiun televisi internasional menyiarkan secara langsung pidato tersebut.

Mereka berharap, Imam Sayyid Ali Khamenei memberikan pernyataan tentang serangan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat kepada Syahid Qasem Soleimani, dan serangan balasan Republik Islam Iran yang dilancarkan dini hari, sebagaimana serangan udara AS tehadap Sang Jenderal.

Terkait dengan serangan balasan yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam ,  Imam Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa itu hanyalah sebuah ‘tamparan’ untuk Amerika. Balasan yang sebenarnya adalah keluarnya militer Amerika dari kawasan Timur Tengah.

Di dalam pidatonya, Imam Sayyid Ali Khamenei lebih banyak menjelaskan tentang pribadi dan keistimewaan Syahid Qasem Soleimani yang dianggapnya penting.

Rahbar mengatakan, bahwa Syahid Qasem bukan hanya berani, tetapi juga ahli strategi. Sebagian orang sangat berani, akan tetapi tidak memiliki strategi dan akal untuk menggunakan keberaniannya.

Di pernyataannya yang lain, Rahbar juga mengatakan, bahwa sebagian yang lain sangat ahli dalam strategi, akan tetapi tidak memiliki keberanian untuk melaksanakannya.

Syahid Qasem Soleimani memiliki keduanya dan sudah terbukti sejak perang Iran-Irak hingga akhir hayatnya. Pada perang Iran-Irak, ia adalah komandan laskar Tsarullah. Ia dan pasukannya, bukan hanya berani, tetapi juga memikirkan strategi yang akan dipakai.

Keberanian dan kepintaran Syahid Soleimani tidak hanya ditunjukkan dalam ranah militer, tetapi juga dalam ranah politik. Sikap dan perilakunya sangat memberi pengaruh dan memuaskan.

Selain berani dan cerdas, ia juga ikhlas. Tujuan keberanian dan kecerdasannya semata-mata demi mendapatkan keridhoan Allah Swt. Ia bukanlah orang yang suka memamerkan hasil kerjanya.

Ia berkali-kali membantu Palestina. Bahkan bangsa Palestina sendiri memberi kesaksian tentang itu dan mengucapkan terima kasih kepada Imam Sayyid Ali Khamenei.

Dalam suatu pertemuan antara Iran dan Palestina, Syahid Soleimani duduk di pojok ruangan yang tidak terlihat. Beliau tidak menampakkan diri. Ini adalah salah satu contoh keikhlasannya dalam melakukan sesuatu.

Syahid Soleimani adalah tentara yang handal, dan pada saat yang sama, beliau juga sangat memerhatikan batas-batas syariat Islam. Ketika senjata tidak dibutuhkan, ia tidak akan menggunakannya, sehingga tidak ada orang yang dizalimi.

Ia pergi ke medan berbahaya dengan memerhatikan syariat Islam, dan melindungi orang-orang di sekelilingnya. Banyak orang yang tidak memperhatikan hal ini ketika perang, akan tetapi ia berbuat sebaliknya.

Dengan keistimewaan tersebut, Syahid  Soleimani memiliki tempat khusus di hati masyarakat Iran dan kawasan Timur Tengah.

Terbukti dengan banyaknya manusia yang mengiringi kepergian jenazahnya di Iran dan Irak. Seakan lupa dengan semua perbedaan dan permasalahan yang dimiliki.

Mereka semua turun ke jalan, mengiringi jenazah Syahid Soleimani dan  para syuhada lain sambil mengutuk para pembunuhnya.

Mereka merasa kehilangan sosok yang melindungi mereka selama ini, yang bekerja dalam diam dan tanpa pamrih.

Besarnya jumlah orang yang mengikuti iring-iringan jenazah Sang Jenderal juga merupakan bukti, sejatiniya semangat revolusi Islam masih tetap hidup dan berkobar di jiwa orang-orang merdeka. Syahid Soleimani bukan hanya milik Iran, tetapi juga milik kawasan, bahkan seluruh dunia.

Kesyahidannya bukan akhir dari perjuangan melawan hegemoni Amerika dan sekutunya, akan tetapi merupakan titik baru, yang akan melahirkan Soleimani-Soleimani lain di masa yang akan datang.

 

Penulis: Tim Penulis HPI

Share :
Dunia, Headline, Lingkar Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.