Ustadz Ali Assegaf: Imam Husain, Bahtera Keselamatan yang Paling Luas dan Cepat

Semalam adalah malam keenam dari bulan Muharram. Seperti biasa, Himpunan Pelajar Indonesia (HPI Iran) mengadakan acara itu di markas HPI (05/09/19). Acara dimulai pukul 20:00 waktu Qom dengan salat magribain berjamaah.

Usai salat, acara langsung dibuka oleh Yayan Sopiyan sebagai pembawa acara, diteruskan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh faqih, lalu dilanjut ke acara inti, yaitu ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Sayyid Ali Assegaf.

Di dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tentang sahabat Imam Husain yang selalu setia bersamanya hingga Syahid, yaitu  Jon.

Namun, sebelum membahas tentang sosok Jon, beliau sedikit menyampaikan tentang keutamaan Ahlulbait dan Imam Husain.

“Telah diriwayatkan, baik dari ulama Syiah maupun Ahlussunnah, oleh Abudzar, bahwa perumpaan Ahlulbait seperti bahtera Nabi Nuh. Barang siapa yang menaikinya maka akan selamat dan siapa yang berpaling, maka akan tenggelam. Hadis ini juga telah diriwayatkan oleh Allamah Sumbbudi, seorang Alim besar Ahlusunnah, di mana ia menjelaskan bahwa maksud dari Ahlulbait adalah sebuah penolong agar selamat,” ujarnya.

Pada penggalan ceramhnya yang lain, beliau mengatakan bahwa perahu Imam Husain lebih luas dan cepat.

“Dikatakan di dalam salah satu riwayat dari Imam Jafar Shadiq, ‘bahwa  setiap kami (Ahlulbait) adalah perahu keselamatan, akan tetapi perahu Imam Husain lebih luas dan lebih cepat,” katanya.

Terkait penjelasan riwayat di atas, beliau menjelaskan dengan sebuah cerita, bahwa ada seorang marja’ alim  sebelum Ayatullah burujerdi, di mana ia memiliki tingkat keilmuaan yang luar biasa. Pada suatu hari ia bermimpi, ia berada di padang mahsyar. Ia menyaksikan bahwa ada barisan orang yang sedang mengantre dengan sebuah pertanyaan yang cukup sulit sampai-sampai mereka sampai berkeringat.

Lalu, ia melihat antrean di sebelahnya yang dengan cepat bergerak, pertanyaan yang dilemparkan juga tidak begitu sulit. Lalu, marja’ alim itu bertanyaan, “Ini antrean yang mana?” Lalu dijawab, bahwa antrean yang cepat dengan pertanyaan yang mudah, itu diperuntukkan kepada orang-orang yang menangisi Imam Husain as.

Setelah membahas tentang keutamaan Ahlulbait dan Imam Husain, beliau berbicara tentang sahabat Imam Husain, yang hitam legam dengan nasab yang tak begitu jelas, yaitu Jon.

“Jon mengikuti Imam Husain. Secara dzahir, ia hanyalah budak hitam. Menurut ahli sejarah, Jon memiliki bau yang tidak mengenakkan. Tetapi, budak ini, telah dibeli dari Ibnu Abbas oleh Imam Ali dan diberikan kepada Abu Dzar al-Ghifari. Setelah wafatnya Abu Dzar, Jon berkhidmat kepada Imam Hasan, Imam Husain dan Imam Ali Zaenal Abidin,” jelasnya.

“Jika Jon tidak ikut ke Karbala, tentu ia tak akan semulia itu, sampai-sampai Imam Zaman mendoakannya, namun karena ia ikut ke karbala dan setia dengan Ahlulbait, maka ia berhak meraih maqam tinggi itu,” pungkasnya.

Usai ceramah, acara dilanjut dengan pembacaan maqtal oleh Ammar Husain, diteruskan dengan lantunan maktam oleh Muhammad BSA dan Ayatullah al-Kaf, dan acara ditutup dengan membaca doa ziarah Asyura oleh Yusuf Ali. (Media HPI)

Share :
Events, Headline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.