Ustadz Ja’far Siddiq: Imam Husain, Madrasah yang Memberikan Pelajaran Terkini

Malam ketiga di bulan Muharram, Himpunan Pelajar Indonesia (HPI Iran)  kembali menggelar acara duka Imam Husain di markas HPI tadi malam (02/09/19). Seperti biasa,  sebelum acara dimulai, para hadirin melaksanakan salat magrib berjamaah,  lalu dilanjut dengan pembukaan acara  oleh Jihad Manu sebagai pembawa acara, diteruskan dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Hasan Akbar, lalu disempurnakan dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Ja’far Shiddiq.

Di dalam cermahanya, beliau membahas tentang kesetiaan sahabat Imam Husain dan istrinya yang ikut membela Imam Husain di padang Karbala, sampai keduanya meneguk cawan syahadah di Nainawa. Sebelum jauh membahas tentang sosok Abdullah bin Umair, beliau menuturkan bahwa pergerakan Imam Husain dari Madinah hingga Karbala meng-upgrade akal manusia.

“Jika kita perhatikan pergerakan Imam Husain, malai dari Madinah hingga ia menjemput maqam syahadah, maka sejatinya Imam Husain mengajak kita untuk meng-upgrade akal kita; menggunakan akal kita, sebab di hadapan Imam Husain terdapat dua hal, yaitu kebenaran dan kebatilan, di situlah kita diuji mana yang harus kita pilih,” katanya.

“Madrsah Karbala adalah sebuah petunjuk bagi orang-orang yang mau mempelajari perjalanan hidup Imam Husain dari lahir hingga syahadahnya. Kita bisa lihat, orang-orang yang memilki semangat Husaini mereka akan selalu tampil di dunia ini dan tercatat dalam sejarah, tidak peduli itu orang Muslim maupun non-Muslim, sebagaimana revolusi Islam di Iran yang dipimpin oleh Imam Khomaini, itu berdasarkan madarasah Husainiyah,”  katanya lagi.

Beliau juga menuturkan, tak sedikit para sahabat Imam Husain yang meninggalkannya, karena banyaknya tekanan yang harus dihadapinya, namun di sisi yang lain, ada juga para sahabat yang setia menemani Imam Husain di Karbala hingga Syahid, salah satunya adalah Abdullah bin Umair al-Kalbi dan istrinya, Ummu Wahab.

“Sebagian sahabat Imam Husain meninggalkannya, namun sebagiannya lagi ada yang tetap setia bersamanya hingga Karbala. Di antara sahabat Imam Husain yang setia membelanya adalah Abdullah bin Umair bin Kalbi. Ia juga merupakan sahabat Imam Ali as dan pernah membelanya. Ia berhasil mengajak Istrinya, Ummu Wahab untuk ikut membela al- Husain di Karbala,”  terangnya.

“Abdullah bin Umair adalah tipe suami yang ideal, karena ia mampu membawa keluarganya membela al-Husain. Ia tidak sendirian, ia bersama keluarganya menyambut seruan al-Husain, dan siap membelanya. Dan kesetiaan Abdullah bin Umair dan keluarganya bersama al-Husain adalah bentuk ketakwaannya di sisi Allah.”

Di akhir ceramah, beliau menyimpulkan tentang Abdullah bin Umair dan keluarganya.

“Abdullah bin Umair dan Istrinya adalah orang yang saling mendukung untuk membela Imam Husain, bahkan keduanya juga berpegang teguh untuk berwilayah kepada al-Husain dan tidak membiarkan Imam Husain sendirian,” pungkasnya.

Selepas ceramah, acara dilanjut dengan pembacaan maqtal oleh Naqi Fathoni, dilanjut pembacaan maktam oleh Zaki Fahoni, Hasan Zakaria dan Ali Ridho, lalu acara itu ditutup dengan membaca doa ziarah asyura bersama-sama yang dipimpin langsung oleh Ahmad Bahasim. (Media HPI)

Share :
Events, Headline

One thought on “Ustadz Ja’far Siddiq: Imam Husain, Madrasah yang Memberikan Pelajaran Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.