Balbalan di Rumput Yang Bergoyang

Ebib Ebadi el-Vono yang secara semena-mena mendaulat dirinya sebagai presiden Federasi Balbalan Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran, pada Rabu sore, 14/08/19, secara resmi menutup turnamen balbalan (futsal) yang digelar di stadiun termewah dan termegah sekota Qom, Syuhada-e Rohaniat. Istimewanya, penutupan itu dihadiri langsung oleh ketua HPI Iran, Yopi Dani Saputra yang secara nyelonong menghadiri penutupan yang benar-benar istimewa.

Oh iya, jangan sampai lupa bahwa turnamen balbalan ini dibuat semata-mata untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

Tiga hari sebelum penutupan, bisik-bisik dan bocoran informasi dari panitia penyelenggara terkait keistimewaan penutupan sudah membebani port jagat maya. Bocoran informasi yang tidak bisa diverifikasi secara empirik dan handal itu nyebut-nyebut kalau upacara penutupan bakal ada sesi aksi spektakuler Mang Yopi yang rencananya akan njiplak habis-habisan gaya stunt Presiden Jokowi saat opening ceremony Asian Games 2018 di Jakarta tahun lalu.

Kebayang rasa penasaran di wajah para hadirin yang sejak pagi sudah memadati pojok dan ruang solun, Mang Yopi bakal jingkrak-jingkrak menaiki punggung kuda ala Antonio Banderas di The Mask of Zorro, atau kebut-kebutan ala Dominic Toretto di The Fast and The Furious. Eh halah …. mang Yopi jebule datang ke solun dengan mengendarai sepeda motor tua, butut dan bulukan juga…. bubar ndes. ….

Tapi…. tapi…. taapiii, yang istimewa juga adalah tema upacara penutupan turnamen. Menurut Ebib Ebadi, tema “Matur Nuwun” sengaja dipilih untuk menggambarkan penghargaan setinggi-tingginya kepada para panitia penyelanggara, seluruh warga tua muda, anak-anak, laki perempuan, pelajar dan mahasiswa Indonesia di Iran yang telah ikut memeriahkan berbagai cabang perlombaan.

Matur Nuwun juga dihaturkan khusus kepada Bapak Octavino Alimudin, seluruh staf Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tehran, Bapak Atase Pertahanan, Kol. Mar. Harwin Dicky Wijanarko yang mendukung habis pelaksanaan berbagai perlombaan peringatan Kemerdekaan Indonesia ini.

Berton-ton matur nuwun pak Athan……. tahun depan kita akan mengadakan perayaan yang sama, pesta perayaaan KEMERDEKAAN INDONESIA lagi… mohon supportnya kembali. Matur nuwun Pak Athan, di event ini kita bisa membeli piala untuk futsal satu lagi. Mudah-mudahan tahun depan, ada satu tambahan lagi.

Ndes, kita balik ke acara balbalan …. Total ada 5 tim dengan jumlah enam pemain untuk setiap tim yang berlaga di turnamen ini dengan menggunakan skema dan sistem tanding “Bolak Balik”. Dengan sistem Bolak Balik ini, maka jumlah pertandingan masing-masing tiap tim 8 kali tanding, dan jumlah total semua pertandingan 20 kali Bolak Balik. Pertandingan ini telah rampung dengan sukses kemarin.

Berikut hasil-hasil pertandingan balbalan beserta klasemen akhir:
1. Seblak (2), pencetak gol Suker Van dan Dzizal Vs Dhongtelo (2), pencetak gol Tiw Skybae dan Emen.
2. Uka Uka (2), pencetak gol Envar (bunuh diri) dan Hedih, Vs Pecel (0).
3. Cilok (0) Vs Dhongtelo (1), pencetak gol, Kange Emen.
4. Pecel (0) Vs Seblak (4), pencetak gol, Suker Van 2, Bhabe Zakrey dan Mihan (bunuh diri).
5. Uka Uka (1), pencetak gol Rehab, Vs Dhongtelo (3), pencetak gol, Kratos 2, dan Emen.
6. Cilok (3), pencetak gol Odin 2 dan Khonaphi Vs, Seblak (0).

Alla kulli hal ndes. Bermain balbalan itu tak jauh beda dengan pesta perpolitikan, kata Ebib Ebadi saat dimintai komentarnya. Menurut Ebadi, balbalan itu cermin dari semesta hidup berbangsa dan bernegara. Disana ada leader yang mengatur ritme operan dan serangan, kemudian bagaimana bertahan dengan menghitung secara detil kecepatan dan kelambatan lari dari para pasukan.

Di perpolitikan pun demikian, kata Ebadi yang tiba-tiba fasih bicara soal perpolitikan. “Kudu ono sing jenenge “national leadership”, yang membawa kebesaran bangsa untuk menggapai ketajaman misi dan visi di hari esok dan masa depan”.

Tapi, dalam konteks national leadership ini, nampaknya kita masih perlu sebuah kesadaran bahwa balbalan dan perpolitikan nasional kita hanya digerakkan ditempat dan wilayah yang seolah-olah sudah diformat oleh pemain siluman diluar lapangan. Ada pemain lain yang tidak nampak, yang justru dominan ngeriwuki visi dan misi untuk esok dan masa depan dari pemain-pemain asli yang berlaga.

Ketika ditanya siapa pemain siluman yang dimaksud, Ebib Ebadi sambil mengelus perutnya yang tak lagi six pack mengatakan, “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”, jelas Ebadi menciplak penggalan lirik lagu Berita Kepada Kawan-nya Ebiet G Ade. Piye jal. . . .

Akhirnya, kita sama-sama mengucapkan “Selamat Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia“. Semoga Indonesia Raya yang menjadi judul lagu Kebangsaan kita segera terwujud. [HPI]

Ebadi el-Vono  secara semena-mena mendaulat dirinya sebagai presiden Federasi Balbalan Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran menyerahkan sepatu emas kepada Odin.

Share :
Events, Headline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.