Ghazal untuk Ali bin Musa Ridha as.

Untukmu, wahai sultan bagi hati kami, salam
Untukmu, wahai imam bagi jiwa kami, salam
Tak ingin kami mengetuk pintu lain
Karena kaulah tempat berteduh, siang dan malam
Sambutlah tangan gemetar, wajah tertunduk malu ini
Jika bukan untukmu, kepada siapa kami tulus mengucap salam
Kami mendengar kisah tentangmu dan seekor rusa
Senyummu lenyapkan duka, selamatkan kami dari mimpi kelam
Kaulah imam penyayang, layaknya datukmu Musthafa
Maukah kau memandang kami, menjawab kami haturkan salam
Terimalah kami yang jauh, jauh dari kubah emas itu
Undanglah, undanglah kami menginjakkan kaki di Haram
Bersama seluruh pecintamu, menangis dalam senyuman
Sampaikan cinta, susah payah, tertatih mengucap salam
Gemetar, gemuruh dada mengenang dosa
Terlalu banyak salah, sungguh tak layak, amat kelam
Duhai bahtera penyelamat, datanglah
Selamatkan kami, dunia betul-betul menipu, kami tenggelam
Karenamu, Allah turunkan hujan di tanah gersang
Denganmu, kami memohon ampun Tuhan semesta alam
Wahai Ali bin Musa Ridha, wahai cahaya bagi Farazdaq
Wahai pemimpin, wahai tuan, wahai lilin di gelap malam


Memperingati milad Imam Ridha as
Farazdaq Khuza’i

Share :
Headline, Lingkar Inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.