Ramadhan, Bulan Bertabur Nikmat

Allah penuh kasih dan sayang kepada hamba-hamba-Nya. Sebab itu, Dia menurunkan bulan yang di dalamnya penuh dengan pahala, berkah dan kenikmatan-kenikmatan. Semuanya diberikan kepada hamba-Nya.

Bulan yang diturunkan penuh pahala dan kenikmatan itu adalah bulan Ramadhan. Tahukah mengapa bulan berkah ini dinamakan sebagai bulan Ramadhan?

Dalam hadist, Rasulullah Saw bersabda,

إنّما سُمِّيَ رَمَضانُ لأ نّهُ يَرمَضُ الذُّنوبَ

“Sesungguhnya dinamakan Ramadhan karena (bulan ini) membakar dosa-dosa.”

Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah mengatakan,

إنّ أبوابَ السماءِ تُفتَحُ في أوَّلِ لَيْلَةٍ مِن شَهْرِ رَمَضانَ، ولا تُغلَقُ إلى آخِرِ ليلةٍ مِنهُ

“Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka di malam pertama dari  bulan ini dan tidak akan tertutup hingga malam terakhir darinya.” (Kanzul Ummal dan Biharul Anwar)

Dari dua sabda Rasullullah saw tersebut, kita bisa mengambil beberapa poin penting, sebab, kita sebagai manusia tentu tidak luput dari dosa-dosa, baik disengaja atau tidak disengaja.

Di bulan Ramadhan itu, pintu taubat terbuka, jika kita mau bertaubat dan ingin agar dosa-dosa diampuni oleh Allah. Karena itu sebaiknya kita memanfaatkan sebaik-baiknya dan jangan sampai melewatkannya.

Poin kedua adalah kepekaan sosial atau memaafkan manusia dan semua ciptaan Allah sebagai bentuk kepedulian. Kepedulian kepada orang lain dalam kehidupan sosial dan kepedulian kepada lingkungan. Bahkan salah satu bentuk untuk membakar dosa-dosa yang pernah kita perbuat adalah dengan berbuat ‘itsar’ yaitu mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri.

Dihadits lain juga Rasulullah saw besabda,

رَمَضانُ شَهرُ اللّه ، وهُوَ رَبيعُ الفُقَراءِ .

“Ramadhan adalah bulan Allah dan musim semi bagi para fuqara’ (fakir).” (Tsawabul A’mal)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa di bulan Ramadhan ini kita harus menumbuhkan ikatan sosial dengan orang lain. Dalam hal ini adalah orang fakir dan miskin. Sehingga manfaat dan keberkahan bulan Ramadhan tidak hanya dirasakan bagi satu individu saja, tapi masyarakat. Mungkin makna dari hadis Nabi Saw. di atas adalah bahwa kekayaan sesorang itu bisa membuat pemiliknya semakin dekat pada-Nya, dengan berupaya menyantuni para fakir dan miskin, terutama di bulan penuh berkah ini.

Rasulullah Saw juga bersabda;

هُوَ شَهرٌ أوَّلُهُ رَحمَةٌ ، وأوسَطُهُ مَغفِرَةٌ ، وآخِرُهُ الإِجابَةُ وَالعِتقُ مِنَ النّارِ .

“(Bulan Ramadhan) adalah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah terkabulnya doa serta terbebas dari api neraka.” (Al-Kafi).

Banyak sekali nikmat dan rahmat yang Allah turunkan di bulan Ramadhan di saat di bulan-bulan lain tidak pernah didapat. Di antaranya, barang siapa yang membaca ayat Al-Quran pahalanya akan dilipatgandakan satu ayat di Bulan Ramadhan.

Dalam sebuah hadist, Imam Ali bin Musa ar-ridho as berpesan,

مَنْ قَرَأَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ كَانَ كَمَنْ خَتَمَ الْقُرْآنَ فِي غَيْرِهِ مِنَ الشُّهُور

“Barangsiapa membaca satu ayat dari kitab Allah Azza Wa Jalla (Al-Qur’an) di bulan Ramadhan, maka dia seperti orang yang menghatamkan Al-Quran di luar bulan Ramadhan.” (Biharul Anwar).

Itulah sebagian nikmat-nikmat dan berkah yang Allah Swt. turunkan di bulan Ramadhan untuk kebaikan manusia.[]

Penulis: Ali Qodirun

Share :

630total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.