Membaca Sejarah Singkat Masjid Jamkaran

Kota Suci Qom tak lagi asing bagi pecinta Ahlulbait dunia. Pasalnya, di kota ini, ada dua tempat yang tak pernah sepi dari pengunjung (baca: peziarah). Selain Makam Sayyidah Fathimah Ma’sumah—saudari Imam Ali ar-Ridho—yang tak pernah sepi dari para peziarah, baik dalam maupun luar Iran, pun dengan Masjid Jamkaran.

Siapa saja yang berkunjung ke kota Suci Qom, selain merencanakan untuk berziarah ke Makam Sayyidah Fathimah Ma’sumah, seringnya, mereka bakal berkunjng ke masjid Jamkaran yang jaraknya, tak begitu jauh dari makam Sayyidah Fathimah Ma’sumah, kurang lebih delapan kilo meter saja.

Berbicara soal masjid Jamkaran, kurang afdal rasanya bila  tak tahu sejarah masjid yang selalu dikaitkan dengan Imam Mahdi ini. Menurut sejarah, masjid Jamkaran dibangun pada abad keempat Hijriah. Masjid ini dibangun atas perintah Imam Mahdi secara langsung.

Seorang ahli hadis Syiah pada abad keempat belas Hijriah, Mirza Husain Nuri, menuturkan, bahwa Imam Mahdi memerintah seseorang untuk membangun masjid itu kepada seorang ulama Qom, bernama Sayyid Abul Hasan melalui  Syekh Hasan bin Mitslih Jamkarani.

Dulunya, sebelum berdiri masjid Jamkaran, tempat itu adalah ladang bercocok tanam oleh seorang petani bernama Sykeh Hasan Muslim. Melihat itu, Imam Mahdi yang saat itu pernah berjumpa dengan Syekh Hasan bin Mitslim Jamkarani, menyuruhnya agar tanah itu tak lagi ditanami.

Berangkat dari perintah Imam, Syekh  Hasan Mistlih Jamkaroni menyuruh Sayyid Abul Hasan agar ia berbicara dengan seorang petani bernama Syekh Hasan Muslim tentang perintah imam itu. Lalu, Masjid itu dibangun di atas tanah itu dengan modal dari hasil keuntangan ladang yang dikelola Syekh Hasan Muslim sebelumnya.

Sebagai informasi, dulunya, masjid ini dikenal dengan sebutan Qadamghoh yang berarti di situ ada bekas telapak kaki Imam Ke-12 mazhab Syiah Imamiyah itu. Seiring berlalunya waktu, nama masjid itu lebih dikenal dengan masjid Jamkaron, lantaran masjid itu terletak di dekat pedesaan Jamkaran. Selain itu, dahulu, masjid itu juga lebih masyhur dengan sebutan masjid Sahib Az-Zaman.

Meski dulunya, masjid Jamkaron terlihat kecil, namun semakin ke sini, masjid itu makin diperluas, tepatnya setelah terjadi revolusi Islam di Iran kala itu. Jika kita saksikan, baik secara langsung maupun lewat poto atau video, masjid Jamkaron terlihat megah, suhu maknawiahnya pun begitu terasa kental.

Biasanya, pada bulan Sya’ban, masjid ini akan ramai peziarah. Lebih-lebih pada tanggal 15 Sya’ban bertepatan dengan hari kelahirannya. Para pecinta ahlulbait dari dalam maupun luar Iran bakal berdatangan ke tempat. Halaman masjid ini pun bakal dibanjiri ratursan bahkan jutaan manusia yang sedang ngalap berkah dari Imam Mahdi.

Lebih dari itu, jika ingin berziarah ke masjid Jamkaron, terdapat sebuah amalan khusus berupa dua salat, yang sebaiknya dilakukan oleh para peziarah. Salat pertama, terdapat sebanyak dua rakaat sebagai penghormatan untuk masjid ini, dan yang kedua, yang juga sebanyak dua rakaat, dilakanakan untuk kemunculan Imam Mahdi ke dunia ini.

Akhir kata, itulah sejarah singkat masjid Jamkaran, semoga kita bisa berziarah ke sana, dan doa kita selama ini tentang kemunculannya ke dunia ini semoga segera Allah kabulkan. Amin ya robb. Allahumma liwaliyikal faraj’[]

Penulis: Tim Media HPI-Iran

Share :
Events, Headline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.