Mampus Amerika dan Mantra Piye Kabare Le, Penak Jamanku Tho?

Bulan Februari tahun 1979 menurut kalender Masehi menjadi salah satu catatan sejarah terpenting Iran. Tepatnya di bulan Bahman tahun 1357 menurut kalender negara itu. Bagi rakyat Iran, bulan Bahman tidak sekedar dimaknai sebagai sejarah runtuhnya Monarki Shah Mohammad Reza Pahlavi, tetapi sebagai tonggak berdirinya Republik Islam. Sebuah revolusi besar ketiga menurut catatan sejarawan, setelah Prancis dan Revolusi Bolshevik (Rusia).

Senin, 11 Februari kemarin jelas bukan hari biasa, jutaan rakyat Iran dari berbagai kota dan pelosok desa di seluruh negeri, tumplek blek (baca: tumpah ruah) di jalan-jalan, alun-alun dan berbagai tempat berpartisipasi merayakan peringatan 40 tahun revolusi Islam.

Hari itu, rakyat Iran kembali memberikan tamparan keras dan palu godam di wajah para pejabat Amerika Serikat. Rakyat Iran benar-benar memahami kondisi terkini Amerika dengan jeli, tidak ada perbedaan antara Jimmy Carter, Reagan, Clinton, Duo Bush, Obama dan Trump.

Tahun lalu, salah satu pejabat Amerika Serikat pernah meramalkan, Republik Islam tidak akan bertahan hingga umurnya yang ke-40. Adalah John Bolton yang meramal Iran bakal runtuh. Pria zionis berkumis tebal -,penasihat keamanan nasional Donald Trump-, pada konferensi anti-Iran yang diadakan oleh Organisasi Mujahidin-e Khalq (MKO) di Paris pada Agustus 2017, dihadapan hadirin dengan mengacungkan tongkat sihirnya mengatakan; “Dan itulah sebabnya, sebelum 2019, kita yang (merayakan) di sini ini, akan merayakannya di Tehran!“.

Tiga hari sebelum perayaan ulang tahun digelar, Imam Ali Khamenei berbicara di hadapan para komandan angkatan udara dan mengatakan bahwa Iran akan terus memekikkan slogan, “Mampus Amerika“.

Imam Ali Khamenei tak hanya berhenti di situ, beliau merinci alasan slogan “Mampus Amerika”, sebagai bentuk penentangan terhadap para pejabat Amerika yang ingin menerapkan kebijakan baru lebih agresif dan arogan terhadap Republik Islam. Imam mengatakan, ketika jutaan rakyat Iran mengumandangkan “Mampus Amerika”, itu adalah tamparan terhadap para pejabat Amerika seperti Trump, Bolton dan Pompeo, dan bukan terhadap rakyat Amerika yang sama-sama didhalimi oleh pejabat-pejabat mereka.

Dengan umur yang ke-40, Republik Islam dan rakyat Iran telah membuat langkah besar di berbagai bidang termasuk penelitian ilmiah, kedokteran, pendidikan, dan pertahanan di tengah badai sanksi yang mencekik.

Teriakan mampus Amerika Serikat Senin kemarin, adalah komitmen rakyat Iran untuk tidak bergeser dari prinsip dan nilai-niali Islam. Mereka memegang teguh cita-cita revolusi yang telah digariskan oleh Bapak Revolusi Islam, Imam Khomeini.

Teriakan Mampus Amerika adalah penolakan terhadap kembali berkuasanya diktator Reza Shah Pahlavi lain. Mampus Amerika adalah spirit perjuangan yang diajarkan rakyat Iran kepada kita untuk memupus mantra; “Piye kabare le, penak jamanku tho?. Yo jelas penak dulu, lah dulu ente jadi Soeharto sendirian, sekarang ini “Soeharto”-nya banyak! []

Penulis: Bin Turkan

Share :

450total visits,3visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.