Revolusi Islam, Penerus Jalan Kenabian

Manusia adalah makhluk sosial. Ia diciptakan dengan keinginan dan kebebasan. Setiap individu memiliki ego, hasrat, impian, keinginan untuk menjadi yang terbaik dari lainnya. Untuk itu diperlukan sebuah aturan yang mampu mengatur kehidupan manusia sehingga semua itu tersalurkan dengan baik dan benar.

Aturan terbaik adalah aturan yang datang dari Sang Pencipta. Karena Dia tahu betul maslahat manusia. Selain menurunkan aturan (syariat) untuk kemaslahatan dan kebahagiaan manusia, Sang Pencipta (Allah Swt) menunjuk eksekutor hukum yang menjadi representatif Tuhan dimuka bumi. Allah Swt melakukan itu semua dengan satu tujuan, agar manusia sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab dari sisi Tuhan.

Allah swt berfirman,
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ.
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia“.

Dalam ayat ini, Allah Swt menurunkan hukum beserta eksekutor-Nya tidak lain agar manusia betul-betul mengemban amanah dan tanggung jawabnya sebagai manusia, yaitu melawan segala bentuk kedzaliman dan bahu membahu menegakan keadilan dimuka bumi ini.

Allah Swt berfirman:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia menegakan keadilan.”

Sepanjang sejarah kemanusiaan, para Nabi dan Rasul berusaha merealisasikan tujuan ilahi ini, namun selalu ditentang oleh manusia-manusia yang melupakan tanggung jawab sebagai manusia. Sebaliknya, mereka menentang duta-duta Tuhan, melakukan kedzaliman dan mendirikan pemerintahan dzalim.

Kisah al-Quran dipenuhi dengan perjalanan para nabi yang menentang segala bentuk kedzaliman. Kisah Nabi Musa as dalam melawan Firaun adalah kisah yang terus berulang agar kita sadar bahwa Musaisme akan selalu ada disetiap zaman untuk menentang hegemoni Firaunisme.

Gerakan menyadarkan manusia untuk menegakan keadilan dimuka bumi ini telah mengalirkan lautan darah para nabi dan rasul dan puncaknya, darah pemimpin para syuhada, Imam Husein as di padang tandus Karbala beserta 72 pengikut setianya.

Hikmah ilahi dari kesyahidan Imam Husein as adalah menjadi cerminan ideal seluruh perindu keadilan dalam menentang segala bentuk kedzaliman dan menjadi sumber inspirasi Imam Khomeini dalam perjuangannya menentang segala penindasan hingga mencetuskan Revolusi Islam nan agung.

Membentuk Pemerintahan Ilahi
Salah satu syarat tegaknya keadilan di muka bumi adalah menerima undang-undang ilahi sebagai pedoman hidup dan siap dipimpin duta-duta ilahi sebagai eksekutor hukum. Ketika masyarakat menerima itu semua, maka secara sadar pemerintahan ilahi akan bisa terealisasi. Selama masyarakat enggan dipimpin duta-duta Tuhan, selama itu pula pemerintahan ilahi tidak akan pernah terlaksana.

Sepanjang sejarah kemanusiaan para delegasi ilahi berusaha menyadarkan masyarakat agar bersedia menegakan keadilan dan mendirikan pemerintahan ilahi, namun ditolak dengan tegas bahkan tanpa segan membunuh mereka. Ini membuktikan bahwa masyarakat enggan menegakan keadilan dimuka bumi dan mendirikan pemerintahan ilahi.

Revolusi Islam di Iran
Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979 yang dicetuskan Imam Khomeini merupakan kelanjutan dari risalah para nabi dan rasul, menyadarkan manusia untuk menegakan keadilan, menentang segala bentuk kedzaliman dan mendirikan pemerintahan ilahi.

Imam Khomeini dengan tegas mengatakan bahwa revolusi ini memiliki dua tujuan agung, menyelamatkan manusia dari segala bentuk kedzaliman, menegakan keadilan dimuka bumi dan mendirikan pemerintahan ilahi.

Imam Khomeini berkata, “Perlu kita pelajari dengan seksama bahwa revolusi para nabi tidak hanya untuk menentang pemimpin tirani saja, selain mengajarkan masyarakat bagaimana berdiri melawan kedzaliman dan menegakan keadilan dimuka bumi, mereka mengajak pula masyarakan mendirikan pemerintahan ilahi.

Imam Khomeini berusaha menyadarkan kembali masyarakat dunia dengan letupan revolusinya bahwa manusia diciptakan Tuhan dengan amanat besar dipundak, yaitu menentang segala bentuk kedzaliman, menegakan keadilan dan mendirikan pemerintahan ilahi. Republik Islam Iran selalu terdepan dan konsekuen membantu kaum tertindas dunia seperti Palestina dan menentang arogansi dunia seperti Amerika dan Israel.

Tujuan terbentuknya Republik Islam Iran tidak lain adalah melanjutkan tujuan para nabi, rasul dan imam maksum. Mendukung Republik Islam Iran adalah mendukung terealisasinya pemerintahan ilahi sebagai langkah awal menyongsong pemerintahan Mahdawi yang kelak memenuhi dunia ini dengan keadilan. []

Penulis: Hassan Zakaria, Mahasiswa S2 jurusan Filsafat Islam di Universitas Imam Khomeini, Qom, Republik Islam Iran


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.