Malam Maulid, Nasyid dan Sosok Agung Rasulullah swt.

Sabtu, 24/11/2018, malam Wiladah Rasululah saw, malam 17 Rabiul Awal, Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran menyelenggarkan acara Maulud Rasulullah saw dan Wiladah Imam Jafar Shadiq as. Panitia sudah mulai berbenah berbagai macam persiapan untuk penyelenggaraan acara semalam.

Dimulai dengan salat maghrib dan isya bersama-sama, jamaah yang hadir sudah memadati shaf yang masih kosong. Aula sekaligus perpustakaan sekretariatan HPI menjadi pemandangan yang tak asing bagi pelajar Indonesia di sini. Kecuali malam itu, pernah-pernik dan dekorasi yang berbeda menandakan acara kali ini berbeda.

Bagaimana tidak, manusia termulia dan suci utusan Allah swt lahir ke dunia, demi menyempurnakaan akhlak. Menuntun manusia seluruhnya kepada tujuan kesempurnaan manusia. Dialah Muhammad saw, sempurnanya insan dan sumber kebenaran. Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad adalah Rasul-Nya.

Tepat pukul 18.00, lebih cepat dari waktu yang telah dijadwalkan, acara peringatan Wiladah Rasulullah saw. dan Imam Jafar Shadiq as. dimulai, sudah banyak para undangan yang sudah hadir. Datang sebagai pembawa acara, Abdillah bin Adam mempersilahkan hadirin untuk mengisi sela kosong di ruang acara.

Setelah mendengarkan suara merdu nan indah dari ayat suci al-Quran oleh Ustadz Hendar Yusuf, beberapa puisi dan qasidah singkat oleh Ali Demak dan sang MC disuguhkan untuk memeriahkan acara.

Segala pujian dihaturkan untuk junjungan Nabi Muhammad saw. di malam kelahiran beliau.

Tak terasa acara sudah berlangsung 30 menit. Lanjut ke acara inti, Ustad Said Ahmad Bahasyim yang sudah tiba lebih awal hadir di tempat acara, naik ke mimbar untuk memberikan tausyiahnya.

Dalam ceramahya beliau menyampaikan,

“Kita sebagai pelajar ilmu harus memiliki dalil dan argumen untuk membuktikan tentang keabsahan memperingati wiladah Rasulullah saw. Hal ini terutama sebagai bukti untuk mematahkan pendapat orang-orang wahabi yang sudah jelas melarang mengadakan perayaan maulid.”

“Menampakkan kecintaan kita kepada nabi Muahmmad, adalah bukti Iman kita sebagai seorang muslim. Karena Rasulullah adalah sosok mulia dan panutan, tidak hanya untuk segenap muslimin, tapi untuk seluruh umat manusia. Islam dan pembawanya itu universal. Tidak terbatas dimensi ruang dan masa.”

“Keduanya abadi hingga kiamat kelak. Karena Islam adalah agama sempurna, dan pembawa risalah-Nya pun juga pribadi yang sempurna dan mulia,” tambah Ustad Said.

Beberapa dalil al-Quran beliau utarakan sebagai bukti keabsahan peringatan Maulud tidak hanya boleh diadakan, tapi juga sangat dianjurkan.

Tapi siapakah sebenarnya sosok Nabi Muhammad saw?

“Rahmatnya Rasulullah diperuntukkan kepada siapapun, orang yang beriman, dan sekalipun orang-orang yang tak berdosa. Dengan kata lain, rahmatnya Rasulullah bersifat universal. Rahmatan lil Alamiin,” pungkas sang Ustad.

Adapun kewajiban kita sebagai pengikut Rasulullah adalah,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُوني‏ يُحْبِبْكُمُ‏ اللَّهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ اللَّهُ غَفُورٌ رَحيمٌ.

“Katakanlah! Jika kalian mencintai Allah swt, maka ikutilah Aku(Muhammad). Maka Allah akan mencintai kalian dan akan mengampuni dosa-dosa kalian.” Surat Ali Imran ayat 31.

Lepas acara tausyiah oleh sang Ustad, acara malam itu dilanjutkan dengan kemeriahan Quiz yang diadakan oleh panitia acara. Juga, penampilan pembacaan Nasyid oleh grup ‘Azadegan Mania’ yang dikepalai Bapak Lurah setempat, Muhammad Rosyid.

Menarik, karena nasyid yang dibawakan menggunakan bahasa daerah, Jawa dan Sunda. Nasyid yang dibawakan menganut nada dari tembang ‘Ande-ande Lumut’. Sedang lirik berbahasa Sunda yang dinyanyikan dari tembang ‘Pusoko Limo’.

Acara semakin bertambah syahdu ketika puisi karangan Habib Bin Turkan menggema dibawakan.

 

Dan dengan Muhammad . . . .  .

Kelak manusia menyatu dengan Allah Maha Pecinta, Maha Penyayang, Maha Pengayom

Dalam setiap kehidupan yang bukan hanya kekal, tapi juga abadi.

 

Seperti acara maulid pada umumnya, bacaan Maulid Habysi dibacakan hingga Mahalul Qiyam. Memuji pribadi Nabi Muhammad melalui bait-bait pujian buku Simthud Duror. Digawangi Habib Muhammad Ali Al-Haddad dan kawan-kawan.

Sebagai acara penutup adalah pembacaan doa ziarah dan makan malam Nasi Goreng Kambing Ala Habib Yuwono.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.