Ustadz H. Zakaria: “Gerakan Imam Husain as, Adalah Politik Ilahi”

Bertempat di tempat sama seperti-malam-malam sebelumnya, dengan cuaca langit yang sedikit berkabut debu tipis, para pelajar beserta anak-anak dan keluarganya, tetap setia berdatangan mengikuti acara Asyura yang tadi malam adalah malam kesembilan, 18/09/18.

Begitu tiba di ruang bawah sekretariat Himpunan Pelajar Indonesis (HPI) Iran, ustadz Hassan Zakaria segera disambut penuh penghormatan dari para panitia, dan para hadirin yang terlebih dahulu menyesaki ruangan. Sembari bergerak menuju tempat duduk yang telah disediakan, sebagian menyapanya dan beberapa yang lain berebut mengambil berkah dari ustadz Hassan dengan menyalaminya. Naqi Fathoni, panitia juru foto dan dokumentasi, juga sangat sibuk berkali-kali mengabadikan sosok ustadz Hassan dari berbagai angle.

Di ruang bawah HPI yang sejuk dan tenang, usai menunaikan shalat maghribain berjamaah, ustadz Hassan Zakaria memberikan ceramah Asyura dengan tema “Gerakan Imam Husain, adalah Gerakan Politik”.

Tak lama berselang, ustadz Rasyid selaku pembawa acara segera mengambil mikrofon, dan dengan cermat membacakan susunan acara. Setelah membaca bismillah dan shalawat, acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh Ahmad Bahasyim. Usai pembacaan ayat-ayat suci al-Quran, waktu sudah menunjukkan pukul 20:10 waktu setempat, pembawa acara segera mempersilahkan ustadz Hassan Zakaria untuk menyampaikan hikmah dan untain-untaian mutiara Asyura.

Menukil surat al-Hadid ayat 25, yang berbicara mengenai pentingnya penegakan keadilan. “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.”

Menurut ustadz Zakaria, ayat diatas berbicara mengenai pengutusan para Nabi untuk mencapai tujuan, yakni penegakan keadilan, dan untuk sampai kepada tujuan Allah itu, harus ada perantaranya yang berfungsi sebagai penyampai tujuan.

“Ada mabda dan ada maqsad, ada tujuan sehingga pengutusan Nabi adalah menyampaikan kepada tujuan itu”, terangnya, dan dilanjutkan, karena mabda itu penting, karena maqsad itu penting, maka harus ada diantara dua hal penting ini yang juga sama pentingnya yang berfungsi sebagai perantara. “Fungsi tengah sebagai perantara ini untuk mengantar manusia kepada maqsad”, tegasnya.

Menyiggung masalah konsep Mahdawiyah, supaya sampai kepada imam Zaman, diperlukan seorang pemimpin seperti Imam al-Husain as yang berfungsi sebagai perantara manusia untuk menuju kepada maqsad.

Menurut ustadz Zakaria, fungsi perantara yang sangat penting ini berfungsi sebagai pemimpin yang membawa masyarakat untuk mencapai kepada tujuan (maqsad), maka oleh Imam Khomeini kemudian membagi jenis politik menjadi tiga bagian. Politik ilahi, politik setan dan dan politik hewan. Yang membedakan ketiganya terletak pada tujuannya, terang ustadz Hassan. Politik setan untuk mencapai kekuasaan, politik hewan untuk mencapai kebutuhan fisik, dan politik ilahi, untuk mencapai kepada Allah Swt.

“Posisi politik ilahiah tidak terbatas, karena tujuanya adalah Allah SWT.  ‘Siasatuna diduna wa dinuna siyasatuna’ (politik kita adalah agama kita, dan agama kita adalah politik kita). Perlawanan para aimmah adalah perlawanan ilahiah dengan selainnya. Dan gerakan imam Husain adalah gerakan politik ilahi yang tidak terbatas”, tandasnya.

Berbicara mengenai imam Husain as yang mempunyai gerakan berbeda dengan para nabi dan aimmah, menurutnya ada tiga falsafah penting yang melatarinya.

Pertama, fungsi imam Husain as adalah untuk menjaga syariah dan mengekalkan syariah Allah Swt. “Sebab Yazid mengatakan sudah tidak ada Wahyu, dan sudah tidak ada kabar hari kiamat”, katanya. Ungkapan “mistli” dari Imam Husain (orang sepertiku), adalah “mumatsil” (perwakilan) imam zaman yang akan ada disepanjang zaman, begitu juga Yazid lain ada disepanjang zaman.

“Ini adalah ungkapan mistli zamani yang tidak akan habis kecuali munculnya imam zaman” katanya.

Falsafah yang kedua adalah bahwa harakah politik Imam Husain as adalah harakah mahdawiyah. Menurutnya, fungsi para nabi terdahulu adalah mempersiapkan untuk gerakan revolusi imam Husain as.

“Karena imam Husain as di Karbala ingin mengejawentahkan Islam yang asli. Karena itu seluruh nilai-nilai Islam, dari segala dimensinya ada di Karbala. Sehingga kelak, akan diketahui Islam yang sebenarnya”, terangnya lagi.

Falsafah ketiga adalah membuat pondasi pemerintahan imam Mahdi, yang menurutnya hal ini berbeda dengan para nabi dan aimmah lain. “Karena itulah, imam Husain as membawa dan melibatkan para wanita dan anak-anak, dan ini tidak pernah dilakukan para nabi sebelumnya. Imam Husain as melihat hasil dikemudian nanti, bukan sekarang”, jelasnya.

Tak kalah pentingnya adalah bahwa imam Husain as dalam gerakannya itu berbicara dengan kita dengan menggunakan bahasa hati. Karenanya, gerakan imam Husain as diterima oleh segenap manusia dan oleh siapapun, termasuk selain Islam.

“Diterima oleh orang yang memiliki jiwa kemanusiaan dan hati. Dan gerakan politik imam Husain adalah gerakan hati dan jiwa, maka gerakan ini akan ada sepanjang masa. ‘Inna liqadlil Husain hararah’, adalah ungkapan untuk menjaga revolusi Imam, sepanjang zaman. Karena itu, imam Sajjad (Ali Zainal Abidin as) menangis selama 30 tahun, hanya untuk menjaga syariah Allah SWT melalui sentuhan kelembutan yang bisa menyentuh hati”, katanya.

Mengenai fungsi dan hikmah tangisan, ustadz Zakaria mengatakan banyak sekali hadist yang berbicara mengenai mulianya menangisi imam Husain as dan membedakan tangisan dengan yang lainnya.

“Tangisan kita adalah bentuk dari tawalli (berwilayah) dan tabarri (berlepas dari musuh), dan inilah yang membedakan antara tangisan Ubaidillah bin Ziyad dengan tangisan para pecinta al-Husain as”, pungkasnya.

Tepat pukul 20:51 waktu setempat, ceramah ustadz Hassan Zakaria selesai, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maqtal yang dibacakan oleh ustadz Muhammad Habri Zein, maktam oleh ustadz Hendar dan kawan-kawan, serta diakhiri dengan pembacaan doa ziarah bersama yang dipimpin oleh Iman Abdurahman. [HPI/Ass]

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.