“Bibiku, Dimana Ayahku, Kenapa Ayahku Tidak Datang”

Malam ketujuh bulan Muharram, suara ayat-ayat suci al-Quran khas mengalun dari bibir adik kita, Muhammad Jausan Mahdi membuka majelis duka Imam Husain as tadi malam di Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran.

Senin malam, 17/09/18, tidak seperti malam-malam biasanya, pembukaan majelis duka Husaini dimulai pada pukul 20:05, waktu setempat. Usai Jausan melantunkan ayat-ayat suci al-Quran dengan suara indah, dan sebelum ustadz Abdul Latif dipanggil untuk memulai ceramah Asyura, Ali Hadi, pembawa acara, tiba-tiba memanggil sekelompok anak-anak perempuan kecil untuk maju ke depan dekat mimbar tempat penceramah.

Suasana bertambah hening, ketika rombongan anak-anak berjumlah 12 orang, bak malaikat-malaikat kecil berbela sungkawa mengenakan pakaian warna serba hitam, berikat kepala warna merah bertuliskan “Ya Husain” berbahasa Arab, memasuki ruangan majelis.  Tak banyak yang dilakukan oleh anak-anak itu. Dengan tangkas mereka mengambil posisinya seolah sudah mengetahui dimana setiap diri harus mengambil tempat. Kekhusyukan segera memancar di wajah-wajah hadirin yang berjumlah ratusan orang, tatkala anak-anak itu bersiap membacakan lantunan Syair ratapan Sayidah Ruqaiyah yang memanggil-manggil bibinya menanyakan dimana ayahnya.

Tak lama berselang, sambil menepuk-nepuk dada, ratapan Sayidah Ruqaiyah mengalir lembut menyayat hati keluar dari setiap bibir anak-anak itu secara bergantian teratur. Mereka dengan fasih melantunkan syair berbahasa Arab itu; “Ammati, aina abi, lima la yakti abi”,

“Bibiku, dimana ayahku, kenapa ayahku tidak datang
Seorang gadis kecil menangis di malam hari, jiwanya berdarah
Suaranya meninggi, dan kelopak matanya meredup”

Belum usai untain-untaian syair ratapan itu mengalir, seluruh hadirin rubuh dan khusyuk, sebagian lainnya meneteaskan air mata.

Siapakah sayidah Ruqaiyah? Ia adalah binti Husain bin Ali bin Abi Thalib, salah satu putri Imam Husain as yang hadir bersama rombongan tawanan anak-anak keluarga Rasulullah. Ia syahid, menemui datuknya ketika berada di Syam di usianya sekitar 3 atau 4 tahun.

Ketika rombongan tawanan keluarga Rasulullah berada di Syam, pada malam hari di istana Yazid, ia bermimpi bertemu dengan ayahnya, ketika terjaga dari tidurnya, ia menangis dan menanyakan kepada bibinya, Sayidah Zaenab, dimana ayahnya. Yazid yang saat itu mendengar suara tangis ratapannya, memerintahkan pelayannya untuk menghadirkan kepala Imam Husain as. Kepala Imam Husain yang terlepas dari badannya, ditunjukkan oleh Yazid dihadapan Sayidah Ruqaiyah yang seketika itu, ia menemui datuknya di Surga. [HPI/Ass]

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.