Ustadz Ali Ridha: “Musuh Berusaha Mematikan Bara Cinta Kepada al-Husain”

Musuh berusaha mematikan bara cinta kepada al-Husain di dada setiap muslim, termasuk dengan ancaman. Dan jika ancaman tidak berhasil, mereka mencoba memadamkan syiar itu dengan melempar isu-isu terkait peringatan al-Husain, bahkan membuat acara-acara tandingan seperti pesta dan suka cita di bulan Asyura, demikian penggalan ceramah Ustadz Ali Ridha Lampung yang diadakan di sekretariat Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran pada Selasa malam, 11/09/18.

Ceramah dimulai pada jam 20:22, waktu setempat sesaat setelah pembawa acara yang dipandu oleh Mahdi Alatas membacakan susunan acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh ustadz Hendar Yusuf.

Mengusung tema “Pesan Agung Tragedi Asyura”, ustadz Ali Ridha mengatakan bahwa tragedi Asyura bukan tragedi biasa, meskipun banyak sekali tragedi di dunia. Karena itu Asyura mempunyai pesan luas dan agung yang akan selalu diperingati setiap tahunnya, bahkan kapan saja.

Dikatakannya, Asyura membawa pesan kemanusiaan, ketaqwaan dan perlawanan terhadap kedhaliman, penegakan kembali Sunnah Nabi, membuka tabir kebodohan, menyingkap kemunafikan dan menguji keteguhan umat Islam.

“Perbaikan umat kakeknya, dan itu terus ditanamkan dalam diri Imam sehingga nilai itu sampai sekarang masih tetap eksis, menegakkan kebajikan dan melarang kemunkaran atau amar maruf nahi Munkar”, katanya dan menyebut, bahwa amar maruf dan nahi munkar adalah salah satu jalan yang harus diamalkan oleh setiap muslimin.

Menurutnya, pada waktu itu banyak muslimin yang mengaku cinta kepada Ahhlul Bait dan mendukung Islam, tetapi disaat imam Husain bergerak dari Madinah ke Mekah, dan dari Mekah ke Kufah, hanya segelintir orang yang mengikutinya.

Yang pada akhirnya menyisakan sekitar 72 orang yang benar-benar mencintai Ahlul Bait.

“Ini adalah ujian berat, dan kita saat ini sedang diuji keteguhan kita dengan peristiwa al-Husain ini”, pungkasnya.

Ceramah yang berlangsung sekitar 45 menit itu disambung dengan pembacaan maqtal yang dibawakan oleh Aqil Mahdi, dilanjutkan dengan pembacaan maktam dan kemudian pembacaan doa Ziarah Imam Husain bersama-sama yang dipimpin oleh Ahmad Bahasyem.

Acara yang selesai sekitar jam 23:30 waktu setempat itu berlangsung sangat khidmat dan dihadiri ratusan pelajar putra dan putri dari Asia mukim di Qom, beserta anak-anak mereka. [HPI/Ass]

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.