Ustadz Rasyid: “Menangisi al-Husain, Kelak akan Berbahagia Disaat Semua Mata Menangis”

Ketika bulan Muharram tiba, semua pecinta Ahlulbait di dunia ikut berkabung duka, mengenang Imam Husain as dan para syuhada Karbala lain yang gugur demi tegaknya agama Islam yang mulia. Begitu juga, Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran, pada Senin malam (10/09/18), sebagai malam pertama bulan Muharram, mengadakan acara majelis duka di sekretariat HPI.

Dihadiri ratusan pelajar putra dan putri Indonesia, Malaysia, Thailand dan beberapa negara tetangga lain mukim Qom, majelis dimulai setelah salat magribain berjamaah. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Quran, yang dibacakan oleh Yayan Sofyan dan diteruskan dengan ceramah, yang disampaikan oleh Ustaz Rasyid.

Menurut ustadz Rasyid, menghadiri majelis-majelis duka Imam Husain as mempunyai keutamaan-keutamaan yang luar biasa, salah satunya adalah menangisi tragedi Imam Husain as, demikian pernyataan beliau dalam ceramahnya.

“Salah satu cara para Imam Maksum menghidupkan gerakan kebangkitan Imam Husain adalah mengadakan majelis-majelis duka, menangis dan membuat orang-orang menangis atas musibah di Karbala, dan mengingatkan orang-orang atas perstiwa tragis tersebut pada setiap masa”, katanya.

Ustadz Rasyid juga megutip sejarah Imam Sajjad as yang tidak henti-hentinya berduka atas kisah malang Imam Husain dan menangis sehingga mendapat gelar “al-Bakaiin” (orang yang sering menangis).

“Barang siapa menangis atas tragedi al-Husein, maka kelak di akhirat dia akan berbahagia di saat semua mata menangis,” tandasnya.

Selain itu, ustadz Rasyid membicarakan pentingnya shalat tepat waktu bagi setiap muslim yang mencintai Ahlilbait. “Syafaat Ahlulbait tidak akan diperoleh bagi orang-orang yang meremehkan salat”, tandasnya mengutip hadist Nabi Saw.

“Terdapat seseorang yang tak pernah meninggalkan salat, sekalipun dalam keadaan berperang, dan itu dialami oleh Imam Husain as saat di Karbala kala itu,” pungkasnya.

Usai ceramah, dilanjutkan pembacaan Maktal yang dibawakan oleh Ustaz Ali Khirid. Maktam dipimpin oleh Mahdi Assegaf dan ditutup dengan pembacaan doa ziarah Asyura bersama-sama yang dipimpin oleh Khaerul Anwar.

Menjelang akhir acara, pembawa acara yang dipandu oleh Ustaz Abadi Yuwono mengucapkan syukur dan terimakasih atas kehadiran para pelajar di acara tersebut.

Peringatan Asyura ini oleh panitia diadakan hingga 10 malam, dimulai dari tanggal 1 sampai 10 Muharram, dan puncaknya adalah siang hari yang akan dilaksanakan ditempat yang sama. [HPI]

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.