Perwakilan HPI Iran: Membumikan Persatuan Indonesia Untuk Mewujudkan Keadilan Sosial

Makalah ini dibacakan dalam diskusi dan seminar kebangsaan bertajuk “Membumikan Persatuan Untuk Mewujudkan Keadilan Sosial”, Jumat, 10/08/18, di Universitas Internasional Imam Khomeini, Qom, Republik Islam Iran.

Oleh, Abdul Latif, perwakilan dari Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran

Mukadimah
Persatuan bangsa adalah satu hal yang tidak bisa ditawar dan diabaikan, oleh karenanya para pendiri bangsa mananamkan semboyan bhineka tunggal ika pada setiap anak bangsa, setiap mereka harus sadar bahwa perbedaan ras, agama, budaya, dan bahasa adalah satu kekuatan yang luar biasa untuk merealisasikan satu negara dan masyarakat yang makmur, berkualitas, dan bermartabat dengan syarat setiap mereka harus tetap kembali dan bersatu pada dasar dan tujuan Indonesia yang luhur. Dan persatuan juga memiliki relasi yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan dari keadilan sosial, dan dapat kita katakan bahwa persatuan adalah faktor utama untuk mewujudkan keadilan sosial.

Di sisi lain kita sadari dan akui bersama bahwa berdirinya Indonesia tidak bisa terlepas dari andil dan pengaruh luar biasa agama terutama agama Islam dalam memberikan semangat nasionalisme dan persatuan bangasa. Islam adalah agama yang turun sebagai pembawa rahmat kepada seluruh umat manusia. Agama ini memuat ajaran yang sempurna meliputi perkara individual dan sosial yang dapat diamalkan oleh perbagai kaum dan masyarakat dari pelbagai belahan dunia. Dengan dasar inilah maka solusi terbaik untuk mewujudkan kehidupan yang ideal baik secara individual maupun sosial ialah mengambil petunjuk-petunjuk darinya, terutama dalam masalah yang sangat krusial ini yaitu persatuan dan keadilan sosial.

Dan di sisi lain kita juga mendapati bahwa kaum muslimin dalam memahami ajaran suci Islam berbeda-beda sehingga muncullah perlbagai aliran Islam seperti Ahlusunnah dan Syiah yang keduanya memiliki banyak ajaran dan doktrin untuk mewujudkan persatuan dan menjaganya serta membangun bangsa yang ideal. Dan di makalah yang singkat ini saya akan menyinggung sekilas bagaimana aliran Syiah Itsna‘asyriah memberikan pendoman dan ajaran dalam mewujudkan persatuan dan menjaganya dengan merujuk kepada penjelasan Quran dan perkataan manusia-manusia suci.

Pembahasan
I. Persatuan
(1).Makna Persatuan:
Persatuan adalah kembalinya dan berkumpulnya pelbagai individu pada hal tertentu seperti berkumpulnya umat Islam dalam berkeyakinan kepada Tuhan Yang Esa, Nabi Muhammad, Al-Quran dsb. Dan dalam konteks persatuan Indonesia, maka persatuan bermakna berkumpulnya rakyat Indonesia pada dasar Negara dan tujuannya . Satu umat atau satu bangsa akan disebut sebagai umat bersatu ketika setiap dari mereka senantiasa berpegang teguh dan berjalan di atas rel dasar dan tujuan mereka bersama.

Perbedaan pandangan dan sikap dalam mewujudkan dasar dan tujuan Negara tidak akan merobek persatuan selama masih dalang bingkai yang satu. Sebagaimana Nabi Musa as dan Nabi Khidir as mereka berbeda pendapat dalam menghadapai kasus, tapi karena dasar mereka dan tujuan mereka satu yaitu Allah dan mengamalkan aturan-aturan-Nya, maka perbedaan keduanya tidak disebut sebagai bentuk berpecah-belah. Sebab, persatuan dalam makna meniadakan semua perbedaan dalam pandangan dan amal adalah hal yang mustahil kita wujudkan. Maka Allah Swt berfirman:

يا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ وَ اعْمَلُوا صالِحاً إِنِّي بِما تَعْمَلُونَ عَليمٌ (51) وَ إِنَّ هذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً واحِدَةً وَ أَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ (52) فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُراً كُلُّ حِزْبٍ بِما لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (53). ( المؤمنون: 51-53)
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh . Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu kerjakan; Sesungguhnya umat kamu adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kamu maka bertaqwalah kepada-Ku; Kemudian mereka berbeda dalam perkara mereka, mereka bergolong-golong, setiap golongan bangga atas apa yang ada pada diri mereka”.

(2).Urgensitas Persatuan: Persatuan adalah syarat utama untuk mewujudkan kesejahteraan, keamanan, kebahagiaan, keadilan, kemajuan, dan hal-hal yang baik dalam segala aspek sosial. Makanya Allah Swt menyeru manusia untuk bersatu di jalan yang benar:

وَ اعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَميعاً وَ لا تَفَرَّقُوا وَ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْداءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ… (ال عمران : 103)
“Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada (dengan) tali Allah, janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu saling bermusuhan, maka Allah mempersatukan hati kamu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara… ”

Dan Al-Quraan menjelaskan bahwa keutuhan, kekohohan, dan keindahan ciptaan hanya akan muncul dari Tuhan Yang Esa:
لَوْ كانَ فيهِما آلِهَةٌ إِلاَّ اللَّهُ لَفَسَدَتا )الأنبياء: 22 )
“Jika di keduanya( langit dan bumi) terdapat Tuhan-Tuhan selain Allah, maka kedunya akan hancur”.

Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat penting yaitu semua kebaikan, keindahan, ketentraman, dan kesejahteraan Rakyat hanya akan muncul dari persatuan, sebab darinya akan terlahir ketaraturan dan ketertiban. Sebagaimana jika alam ini memiliki banyak pengatur, maka setiap darinya akan berselisih dan berbeda sebagai konsekuensi dari sifat ketuhaanan yang maha mandiri dan tidak butuh kepada yang lain, dan perselisihan ini akan mendatangkan kerusakan pada tatanan alam semesta.
 قال الرسول(ص): الجماعة نعمة و الفرقة عذاب
Nabi Saw bersabda: “Hidup berjamaah( persatuan) adalah sebuah nikmat adan perpecahan adalah sebuah azab”.
 قال الإمام علي(ع): و الزموا السواد الاعظم فان يد الله مع الجماعة ، واياكم والفرقة فإن الشاذ من الناس لشيطان كما ان الشاذ من الغنم للذئب.
Imam Ali as berkata: “Bersamalah dengan masyarakat terbanyak karena tangan Allah bersama dengan masyarakat, hindarilah perpecahan karena seseorang yang memisahkan diri dari masyrakat ia akan menjari buruan syaitan, sebagaimana seekor kambing yang memisahkan diri dari rombongannya, maka ia kan menjadi burun srigala”.

(3). Jenis-Jenis Persatuan
(1).Persatuan terpuji ialah: persatuan yang dibangun di atas dasar dan tujuan yang benar seperti persatuan Indonesia. Sebagaimana ayat yang telah disebutkan bahwa Allah menyeru untuk berpegang teguh dengan tali-Nya. Artinya, Persatuan akan bermakna ketika dasarnya adalah sebuah kebenaran. Persatuan seperti inilah yang akan melahirkan kebaikan, makanya Allah di penggalan berikutnya melarang kita supaya tidak melapas tali-Nya.
(2). Persatuan yang terlarang ialah: persatuan yang dibangun di atas dasar dan tujuan yang salah, seperti persatuan penguasa zalim. Makanya Allah menyuruh kepada Nabi Musa untuk melawan Firaun:

ثُمَّ بَعَثْنا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسى‏ بِآياتِنا إِلى‏ فِرْعَوْنَ وَ مَلاَئِهِ فَظَلَمُوا بِها فَانْظُرْ كَيْفَ كانَ عاقِبَةُ الْمُفْسِدينَ(الاعراف:103)
“Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami Kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat Kami, maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Dua jenis persatuan ini telah dijelaskan oleh perkataan terkenal dari Imam Ali as:
قال الإمام علي : الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام
“Kebenaran tanpa sistem (tak terorganisasi) akan dikalahkan oleh kebatilan yang bersistem”.

(4).Metode mewujudkan Persatuan Indonesia:
1. Membudayakan persatuan dalam lingkup keluarga:

A. Metode Teoritis:
(1). Memberikan pendidikan sejak dini kepada anak-anak tentang makna persatuan dan faidahnya, supaya cinta kepada persatuan menjadi karakter mereka. Sebab masa kanak-kanak adalah masa pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai yang luhur. Hati mereka akan menerima ajaran kebaikan dengan mudah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ali as:
قال الامام على عليه السلام إلى ابنه حسن مجتبى: و انما قلب الحدث كالارض الخالية ما القى فيها من شى قبلته…
Imam Ali berkata kepada putranya Hasan Mujataba: “Hati anak kecil seperti bumi yang kosong, ia akan menerima apa pun yang ditanam padanya”.

(2). Memberi penjelasan dampak-dampak positif persatuan kepada anak-anak: Seperti kita katakan kepada mereka, “ Kita dapat hidup seperti ini karena ayah dan ibu itu bersatu untuk mewujudkan kehidupan yang bahagia, setiap dari kita saling menopang dan membantu demi memajukan pendidikan kalian. Coba jika Ayah dan Ibu tidak bersatu, maka kalian tidak akan mendapat perhatian yang cukup, sehingga tidak bisa mendapat pendidikan yang layak”. Allah Swt telah menggunakan cara ini untuk membangun karakter baik pada hamba-hamba-Nya.
وَ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْداءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوانا… (ال عمران : 103)
“Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu saling bermusuhan, maka Allah mempersatukan hati kamu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara”
(3).  Menjelaskan ajaran agama tentang persatuan. Ini penting karena ajaran agama memiliki dampak yang luar biasa dalam mencetak karakter baik bagi anak. Makanya Allah Swt memerintahkan pada Nabi-Nya untuk membacakan dan menjelaskan kitab-Nya kepada umat manusia:
هُوَ الَّذي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ آياتِهِ وَ يُزَكِّيهِمْ وَ يُعَلِّمُهُمُ الْكِتابَ وَ الْحِكْمَةَ وَ إِنْ كانُوا مِنْ قَبْلُ لَفي‏ ضَلالٍ مُبينٍ ( الجمعة: 2)
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

(4). Menjelaskan faktor-faktor persatuan dan perusaknya. Seperti sikap saling menghormati, saling mencintai, toleransi, pemaaf dsb akan mewujudkan dan mengokohkan persatuan. Dan sebaliknya meremehkan orang lain, menggunjing, berbuat angkuh, mudah emosi dsb itu akan merusak persatuan. Allah Swt mengingatkan hal ini kepada Nabi-Nya yang mulia:
فَبِما رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَ لَوْ كُنْتَ فَظًّا غَليظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَ اسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَ شاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلينَ ( ال عمران : (159
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

(5). Mendorong anak-anak untuk membaca para tokoh pemersatu seperti Para Nabi, Para wali, dan para pembesar sejarah, sehingga mereka akan mengambil contoh dari kepribadian mulia mereka.

Yang mulia Amirul Mukminin Imam Ali as dalam wasiatnya kepada putranya Imam Hasan as berkata:

Wahai anakku! Pelajarilah dengan teliti kondisi dan sejarah umat-umat terdahulu, dan ambillah pelajaran darinya.

(6). Menyuruh mereka untuk merenungi kerja anggota-anggota tubuh dan alam sekitar, yang mana keindahan, kestabilan, dan kekokohannya adalah dampak dari persatuan yang ada pada bagian-bagiannya, makanya Allah Swt mendorong kita untuk melihat dan merenungi ciptaan-Nya:
سَنُريهِمْ آياتِنا فِي الْآفاقِ وَ في‏ أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَ وَ لَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلى‏ كُلِّ شَيْ‏ءٍ شَهيدٌ (فصلت: 53)
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu”.
أَ فَلا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ (17) وَ إِلَى السَّماءِ كَيْفَ رُفِعَتْ (18) وَ إِلَى الْجِبالِ كَيْفَ نُصِبَتْ (19) وَ إِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ (20). ( الغاشية: 17-20)
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan. ; Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? ; Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? ; Dan bumi bagaimana ia dihamparkan”.
(7). Mengajarkan mereka tentang nilai cinta kepada sesama, karena cinta ini dasar persatuan.
Allah menurunkan wahyu kepada Musa as; “apakah kamu telah melakukan amalan untuk-Ku ?” Ia menjawab: Iya, aku telah melakukan shalat, puasa, dan sedekah untuk-Mu; dan mengingat-Mu, kemudian Allah berfirman: “ Adapun shalat bagimu adalah tanda kebenaran, puasa adalalah perisai dari api, sedekah adalah peneduh di mahsyar, dan mengingat-Ku adalah cahaya, wahai Musa! amalan mana yang kamu lakukan untuk-Ku?!” Ia berkata: “Wahai Tuhanku bimbinglah aku dalam persoalan ini, Dia berfirman: “ Apakah kamu pernah mencintai seseorang karena-Ku ? dan apakah kamu pernah membenci orang karena-Ku?… Di sinilah Nabi Musa mengetahui bahwa amalah paling tinggi adalah cinta dan benci karena Allah.

(8). Mengajarkan anak-anak untuk selalu memohon kepada Allah Swt supaya hatinya senantiasa cinta kepada persatuan. Persatuan satu bangsa tidak akan terwujud tanpa ada kehendak Allah Swt, makanya Dia mengingatkan Nabi bahwa persatuan dan kesatuan yang ada pada umatnya adalah kehendak diri-Nya:

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
( الانفال: 63)
“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana”.

B.Metode praktis:
(1). Membuat program mingguan untuk bersama-sama membersihkan rumah.
(2). Mengajak keluarga untuk menghadiri acara-acara yang dilakukan secara berjamaah seperti menghadiri pengajian, shalat berjamaah di masjid, acara doa bersama dsb.
(3). Membuat ajang tukar pikiran antar anggota keluarga terkait dengan masalah agama, ekonomi, pekerjaan, bisnis dll.
(4). Gunakan bahasa yang sopan dalam bertutur kata, seperti seorang anak berbahasa halus kepada kedua orang tuanya. Ini akan membuat anak-anak terbiasa untuk menghormati orang lain, sehingga akan terjalin persatuan.
(5). Memberi ruang bagi anak untuk memilih apa yang ia sukai selagi itu adalah baik. Amalan ini akan mengajarkan si anak untuk menghormati pilihan orang lain.
(6). Mencontohkan kepada anak tentang sikap perduli terhadap sesama seperti dengan bersedekah, memberi hadiah dsb.
(7). Menerapkan akhlak-akhlak yang mulia dalam keluarga, seperti tidak mudah emosi, tidak mudah memfonis orang lain bersalah, tidak menggunjing orang lain, mudah memaafkan orang lain, dsb….Ini semua akan sangat berpengaruh dalam memperkuat rasa saling cinta yang menjadi faktor utama persatuan.
(8). Mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar guna menjaga kebaikan bersama.Runutannya adalah (1). Memperlihatkan pengingkaran jiwa seperti, menampakkan muka tidak suka,pergi dari majlis dsb.(2). Menasehati dengan ucapan yang baik. (3).Amal.
(9).  Meminta kepada Allah untuk untuk diberi hati yang lapang dan pemaaf supaya dapat memafkan kesalahan orang lain dan menerima perbedaan.

Poin: Keluarga yang dapat mewujudkan dan menjaga persatuannya, maka akan lebih mudah untuk bersatu dengan orang lain.
2.  Membudayakan persatuan dalam lingkup masyarakat.

A. Metode teoritis
(1). Memberikan penjelasan kepada seluruh individu masyarakat tentang peran penting setiap dari mereka dalam mewujudkan bangsa yang tentram, makmur, dan bahagia. Hal ini sangat diperlukan untuk mendorong setiap individu dalam upaya mewujudkan persatuan, sebab jika hal ini tidak dilakukan boleh jadi sebagian mereka akan berpikir bahwa bersatunya mereka tidak akan merubah keadaan atau tidak berpengaruh dalam mengarahkan negara kepada kesejahteraan, karena mereka adalah rakyat kecil yang tidak memiliki apa-apa.

(2). Menjelaskan dengan benar dan gamblang kepada masyarakat tentang dasar dan tujuan negara. Hal ini diperlukan karena tanpa mereka mengetahui itu, maka tidak ada hasrat dalam diri mereka untuk bersatu memajukan bangsa dan negara.

(3).Mengajarkan nilai-nilai agama yang benar dan santun terhadap masyarakat sesuai agama yang diyakininya.

(4).Menjelaskan masyarakat tentang apa arti persatuan Indonesia, dampak pisitifnya dan bagaimana mewujudkannya, sebab boleh jadi sebagian orang tidak mamahaminya dengan benar seperti seseorang yang hanya perduli dengan daerahnya saja tanpa memperhatikan daerah lain yang jauh darinya. Bukankah persatuan Indonesia artinya saya yang dari jawa, dan Anda yang dari sumatra dan daerah lain harus saling perduli meskipun hanya dengan dukungan moral dan doa. Jadi jangan sampai mendudukkan persatuan daerah di posisi persatuan Indonesia.

(5). Menjelaskan kepada rakyat tentang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, dan apa yang telah mereka korbankan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi generasi-generasi yang akan datang. Hal ini akan membuat sadar masyarakat bahwa banyak dari para pendahulu mereka yang berupaya dan berkorban untuk memajukan bangsa ini, maka janganlah mereka rusak dengan perpecahan.

(6). Menjelaskan pelbagai keunggulan bumi Indonesia dari Negara lain dan potensinya, dan semua itu tidak akan diraih kecuali dengan persatuan dan kebersamaan.

(7). Menjelaskan dampak-dampak negatif dari perpecahan dan apa penyebabnya. Hal ini sangat diperlukan karena boleh jadi seseorang akan lebih terpengaruh ketika mengetahui dampak negatif dari sesuatu, sehingga ia akan menjauhinya. Sebagaimana yang dilakukan para Nabi dalam menjadikan seseorang baik, mereka menjelaskan dampak positis dan negatif dari sebuah amal.

B.Metode praktis
(1). Mengadakan kerja bersama antar rakyat, seperti kerja bakti bersama, jalan santai bersama, melakukan bakti sosial dsb.
(2). Memberikan pendidikan praktis tentang nilai-nilai pancasila dalam lingkup sekolah.Seperti mengadakan kerja bakti bersmaa, olah raga bersama, acara doa bersama, belajar bersama dsb.
(3). Menggunakan para tokoh agama dan masyarakat untuk mengajak masyarakat untuk bersatu.
(4). Menanamkan rasa cinta kepada negara dalam acara-acara agama, seperti yang dilakukan oleh sebagian pengajian, mereka menyanyikan lagu indonesia raya di acara shalawat.
(5). Memasang spanduk-spanduk yang memuat perkataan indah tentang persatuan di pinggir jalan, atau di tempat masuk kota dan desa.
(6). Para tokoh masyaarkat hendaknya menampilkan persatuan antar mereka terutama para ulama, sebab masyarakat akan mengikuti apa yang mereka lakukan.
(7). Lembaga-lembaga negara harus menunjukkan kekompakan dan kebersamaan mereka dalam mengurusi negara, sehingga akan diikuti oleh rakyat. Dan rakyat akan dengan mudah bekerja sama dengan mereka untuk memajukan negara seperti membayar pajak, mentaati aturan lalu lintas, menjaga ketertiban umum dsb.
(8). Masyarakat harus menjadikan hukum dan undang-undang sebagai panglima dan parameter dalam berinteraksi dengan sesama. Hal ini penting untuk menghindari perselihan sosial yang timbul karena berbeda paham agama atau yang lain, yang akhirnya terjadi penganiayaan atau pengusiran terhadap seseorang yang berpaham beda dengan paham mayoritas padahal secara hukum mereka terlindungi. Seperti orang-orang daerah Sampang Madura yang terusir dari kampung halaman karena berpaham ajaran syiah.
(9). Membuat banyak acara keindonesiaan yang dapat dihadiri oleh masyrakat dari perlbagai agama, etnis, budaya dsb.
(10). Mengajarkan pancasila dan cinta negara di pondok-pondok pesantren.Ini sangat perlu karena boleh jadi para santri menganggap ajaran agama bertentangan dengan negara yang berasaskan pancasila.

(5). Bagaimana menjadikan persatuan indonesia menjadi faktor keadilan sosial:
(1). Persatuan rakyat harus dalam format kerja sama yang nyata. Seperti persatuan petani, persatuan pedagang, persatuan anak-anak sekolah. Persatuan seperti ini akan membuahkan hasil yang nantinya akan dinikmati oleh orang lain dan terwujudlah kesejahteraan bagi semua. Persatuan pedagang jika berhasil maka rakyat lain pun akan mendapatkan keuntungan yaitu mudah mendapat barang yang ia kehendaki dengan harga yang murah.
(2). Persatuan rakyat harus manargetkan kemandirian bangsa dalam pelbagai aspek meliputi politik, ekonomi, kebudayaan, pendidikan,teknologi dan hal-hal yang berhubungan dengan rakyat.
(3). Persatuan rakyat harus harus menergetkan pengembangan Sumber Daya Manusia secara maksimal.
(4). Persatuan rakyat harus menargetkan pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan sebaik-baiknya.
(5). Persatuan rakyat harus menjujung tinggi norma-norma kemanusiaan seperti rasa saling menghormati, jujur, amanah, saling tolong menolong.
(6). Persatuan rakyat harus mengutamakan maslahat yang lebih besar dan jaka panjang dari pada yang bersifat sederhana dan jangka pendek.
(7). Persatuan rakyat harus terorganisir dengan baik.
(8). Persatuan rakyat harus terbangun dengan rasa percaya diri dengan kemampuan setiap individu dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
(9).Setiap jenis persatuan takyat harus saling terhubung satu dengan yang lainnya demi terjadinya hubungan yang harmonis dan dapat saling membantu.

Keadilan Sosial
(1).Makna Keadilan Sosial
Keadilan sosial adalah: keseimbangan dalam segala hal yang bersifat sosial, meliputi memenuhi hak dan kewajiban, interaksi antar sesama, ekonomi, politik, budaya, pendidikan dsb. ( hal ini sesuai dengan ketetapan baru MPR “no. I/MPR/2003). Definisi ini mencakup memberikan sesuatu kepada yang berhak.
Penjelasan Objek- Objek Keadilan Sosial
1. Hak dan kewajiban: Ketika seseorang patuh dengan aturan pemerintah sebagai sebuah kewajiban, maka pemerintah juga wajib memenuhi segala haknya sebagai salah satu warga negara.
2. Interaksi antar sesama: Ketika seseorang mendapat perlakuan baik dari orang lain, maka ia pun harus berbuat yang sama (saling menghormati), sehingga terwujud keseimbangan interaksi antar indvidu.
3. Politik : A.Ketika satu pemerintah memiliki proram kerja yang baik, maka masyarakat pun harus mendukung dan membantunya( saling membantu). B. Harus ada keseimbangan antara eksekutif, legislatif, yudikatif, artinya harus terjadi hubungan timbal balik yang baik antar mereka. Seperti jika pemerintah memiliki program bagus, maka DPR pun harus mendukung sepenuhnya. Dan sebaliknya pemerintah juga harus mengamalkan garis undang-undang yang telah ditetapkan DPR dalam menjalankan negara dengan baik.
4.Pendidikan: A.Ketika Pemerintah memiliki program pendidikan yang bagus, maka masyarakat pun harus mendukung dan ikut mensukseskannya. Salah satunya dengan mendorong anak-anak mereka tekun belajar dan mamatuhi tata tertib sekolah. B. Dan Program pindidikan pemerintah harus meyentuh sisi materi dan rohani masyarakat. C.Biaya Pendidikan harus disesuaikan dengan kemampuan rata-rata masyarakat.
5. Ekonomi: Salah satu bentuk rill keseimbangan ekonomi adalah: (A). Harga barang harus sesuai dengan daya beli masyarakat. (B). Upah kerja harus disesuaikan dengan jenis kerja dan nilai hidup masyarakat, jika biaya hidup sudah naik, maka upah kerja pun harus naik.

(2).Urgensitas keadilan sosial:
قال الله تعالى : لَقَدْ أَرْسَلْنا رُسُلَنا بِالْبَيِّناتِ وَ أَنْزَلْنا مَعَهُمُ الْكِتابَ وَ الْميزانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْط) الحديد: 25)
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca keadilan supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. .
1. Keadilan sosial adalah pondasi terbentuknya sosial idaman dan kokoh: Syahid Murtadha Muthahari berkata: Perumpamaan keadilan dalam sosial seperti pondasi yang kokoh pada satu bangunan, dimana satu bangunan akan dapat didiami dan digunakan dengan baik jika pondasinya kokoh, tapi jika rapuh maka bangunan tersebut tidak memberi faidah kepada kita, karena tidak berumur lama dan bahkan akan rusak menjatuhi penghuninya. Sosial juga sama, pada saat keadilan bukan menjadi dasarnya, maka kemajuan apapun yang diraih olehnya, kemajuan ini tidak akan lama umurnya, dan bahkan akan menggiring manusia kepada kehancuran. Sebagaimana sosial yang dibangun oleh para penguasa zalim, mereka menjadikan penindasan, intimidasi, kecurangan sebagai alat pemutar kehidupan masyarakat, meskipun mereka meraih kemajuan, tapi hal itu tidaklah berumur lama.

2. Nilai satu negara ada pada keadilan sosial: Satu Negara akan menjadi martabat dan bernilai ketika berjalan di atas jalan yang benar yang sesuai dengan fitrah suci manusia dan salah satunya adalah keadilan. Dan kita bisa katakan bahwa keadilan adalah ruh suci dari sebuah negara. Imam Ali as menyinggung hal ini dalam khotbahnya ke-33 yang tercantum di kitab Nahju Al-Balaghoh:
‘Abdullah ibn’ Abbas mengatakan, ketika Amirul Mukminin berangkat untuk memerangi penduduk Bashrah, ia tiba dengan rombongannya di Dziqar dan melihatnya sedang menisik sepatu. Lalu Amirul Mukminin berkata kepadanya, “Berapa harga sepatu ini?” Saya (Ibn ‘Abbas) katakan, “Sekarang ia tak berharga.” la lalu berkata, “Demi Allah, ia lebih berharga bagi saya daripada mernerintah atas Anda, kalau bukan karena saya harus menegakkan hak dan menyingkirkan kebatilan.”

3. Kadilan sosial faktor kesejahteraan rakyat: Kesejahteraan rakyat artinya semua warga mendapat hak-haknya dan mendapat perlakukan yang pantas dari Negara dan masyarakat. Dan ini tidak akan terwujud tanpa keadilan, makanya Imam Ali as sangat tegas dalam menjalankan keadilan sosial seperti dalam khotbahnya ke-15 di Nahju Al-Balaghoh: “Demi Allah, sekalipun misalnya saya mendapatkan bahwa dengan uang (yang dikorupsi dari Baitul Mal) itu perempuan-perempuan telah dikawinkan, atau budak-budak perempuan telah dibeli (dan dibebaskan), saya akan mengambilnya kembali, karena luaslah lapangan dalam pelaksanaan keadilan, dan orang yang merasa sulit untuk bertindak adil akan lebih sulit lagi mengurusi ketidakadilan.

4. Keadilan sosial akan melahirkan keamanan dan ketentraman: Salah satu faktor yang mendorong orang untuk berbuat zalim adalah keberpihakkan kepada satu kelompok atau seseorang atau tidak adanya keadilan dalam membagi kekayaan negara kepada rakyat, sehingga mereka melakukan pembrontakan kepada pemerintah dan tindakan kriminal. Hal ini telah disinggung oleh Imam Ali as: Imam Ali as berkata kepada Ziyad bin Ubaih gubernur Persia: “Berbuat adillah dan janglah berbuat zalim, karena ketikadilan akan menyengsarakan rakyat dan mendoronga mereka untuk melakukan pemberontakan”.

5. Kadilan sosial akan mencetak generasi-generasi yang berkualitas: Generasi yang berkualitas adalah satu generasi yang memiliki budi yang luhur, mental yang bagus, mandiri, percaya diri, berpindidikan baik dsb. Semua ini tidak akan terwujud tanpa mereka mendapat pendidikan dan perhatian yang layak, makanya kita dapati dalam satu masyarakat yang para pemudanya rusak, salah satu faktornya adalah mereka tidak mendapat keadilan dalam pendidikan dan ekonomi, sehingga mereka lupa jati diri mereka sebagai penerus bangsa dan menjadi pengangguran.

6. Kadilan sosial akan memunculkan rasa optimis pada diri rakyat kepada penyelenggara negara untuk membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik: Rakyat akan sabar menghadapi segala problem ekonomi, politik, budaya dsb dan akan bersama-sama menyelesaikan problem-problem ini dan juga tidak akan pesemis akan masa depan negara, jika mereka melihat bahwa para penyelenggara negara berlaku benar dan tidak mengkhiyanati kepercayaan mereka, sebab roda pemutarnya sudah kokoh dan baik, hanya saja butuh usaha yang lebih maksimal untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. []

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.