Imam Ali Khamanei dan Sebuah Buku

Imam Ali Khamanei dan Sebuah Buku

نٓ​ وَالۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُوۡنَۙ‏

Nun, dan demi pena dan apa yang dituliskannya“, Surah al-Qalam ayat 1.

Seiring dengan bergulirnya waktu dan perkembangan teknologi mutakhir yang tak lagi mampu dibendung, kegiatan membaca, bagi sebagian orang terasa menyebalkan sekaligus membosankan. Di zaman yang serbamodern ini, kita akan jarang menemukan orang-orang yang ‘bercumbu’ dengan buku bacaan. Yang ada, kita akan sering menyaksikan sekelompok orang yang duduk sambil asyik dengan gadget-nya, dengan ekspresi wajah yang beragam: ada yang sambil senyam-seyum, cemberut, ceria dan sebagainya.

Akibat arus deras perkembangan teknologi gadget berikut dengan beragam aplikasi modern lainnya, membuat sebagian orang susah hidup tanpa menggenggam telepon pintar sambil tersambung internet. Ibarat pecandu, ia akan sakau jika amunisinya (baca: obat-obatan terlarang) habis.

Begitu pula dengan sebagian orang yang kecanduan internet dengan beragan warna-warni di dalamnya, mereka akan galau tingkat tinggi bila gadget yang ia punya kehabisan paket data internet. Menurut sebagian orang, sebagus apapun dan secanggih apapun sebuah telepon pintar tak lebih dari sebuah barang rongsokan. Begitulah kira-kira.

Mungkin, kita bisa katakan bahwa tergerusnya hasrat membaca buku yang menjangkiti sebagian orang diakibatkan dengan kesibukan mereka pada gadgetnya, yang selalu dalam genggaman, bahkan seperti sudah senyawa dengan dirinya. Kalau dulu ada anekdot makan tak makan asal ngumpul, kalau sekarang, anekdot itu agak sedikit dipelintir menjadi: makan tak makan asal ter-conect (tersambung dengan internet). Ya, begitulah gaya hidup (lifestyle) zaman sekarang.

Meski tak bisa lepas dari jaringan internet, setidaknya kita tetap berusaha memerhatikan budaya membaca yang makin ke sini kian tak diminati bahkan diabaikan. Atas dasar ini, menurut penelitian yang dilakukan Central Connectict State University, USA, menempatkan Indonesia pada posisi ke-60 dari total 61 satu negara yang di-survey tentang tingkat kerendahan minat baca penduduknya. Penelitian itu juga senada dengan informasi dari UNESCO.

Menyaksikan rendahnya minat baca yang meneyelimuti negeri kita, tentu sangat memperihatinkan. Oleh karenanya, untuk menumbuhkan minat baca, tak ada salahnya jika kita mencontoh orang-orang besar yang selalu menghiasi hidupnya dengan sebuah buku. Tentu sangat banyak tokoh dunia yang punya relasi erat dengan buku, salah satunya ialah ulama sekaligus pemimpin revolusi, Imam Ali Khamanei. Siapa sangka, sewaktu remaja beliau sangat dekat dengan buku. Dalam satu hari beliau tak pernah berpisah dengan buku.

Kedekatannya dengan buku, tak lepas dari didikan kedua orang tuanya, yang sewaktu kecil acap kali membacakan buku cerita kepada pemimpin revolusi Islam itu. Di samping itu, ayahnya yang juga seorang rohaniwan pada zaman itu merupakan pecinta buku. Bahkan sang ayah sempat membikin perpusatkaan pribadi di rumahnya. Hal itulah yang kemudian menjadikan Sayyid Ali ‘gila buku’.

Alkisah, suatu hari, beliau membaca sebuah buku di perpustakaan yang tak jauh dari rumahnya. Saking asyik membaca, beliau sampai tak mendengar azan zuhur. Begitu keluar dari perpustakaan, beliau baru sadar kalau ternyata azan zuhur sudah berkumandang.

Kisah pendek ini tentu hanya secuil cerita yang menggambarkan tentang kegemarannya dengan buku. Asal kita tahu, di masa mudanya, Imam Ali Khamenei selain sangat gemar membaca buku-buku umum, beliau juga sangat suka membaca buku novel. Berkat ketekunanya membaca, juga kerja kerasnya menuntut ilmu, akhirnya kita bisa menyaksikan hasil yang gemilang pada hari ini. Bahwa beliau, adalah seorang ulama sekaligus pemimpin Islam.

Maka itu, masihkah kita malas untuk membaca buku, bukankah ketika kita baca buku berarti kita melihat dunia? Bukankah ketika kita membaca buku, kita sedang berusaha mengikis kebodohan dalam diri kita? Bukankah Allah, di dalam firman-Nya menyuruh kita untuk membaca, iqra’? []

Ali Ridho, pelajar Madrasah al-Mahdi untuk program bahasa Persia.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.