Hari al-Quds Internasional adalah Sebuah Proyek

Hari al-Quds Internasional adalah Sebuah Proyek

Ya, Yaumul Quds adalah sebuah proyek strategis besar di dunia yang belum ada sebelumnya untuk sebuah pembebasan. Pembebasan wilayah Palestina dengan al-Qudsnya yang suci sebagai ikon bagi Muslimin.

HPIIRANNEWS. Jumat 08 Juni 2018, sejak pukul 10.00 pagi waktu Iran, sebagian besar anggota Pelajar Indonesia mulai berkumpul di sekretariat Himpunan Pelajar Inonesia (HPI) Iran. Setelah berbincang-bincang dan sedikit berdiskusi, sekitar pukul 10:15 menit mereka mulai bergerak menuju area depan Masjid Imam Hassan Askari yang berlokasi tepat di lokasi Makam Sayyidah Maksumah di Qom, sekitar 200 meter dari sekretariatan HPI. Rombongan terus bergerak yang diikuti oleh beberapa bocah-bocah kecil untuk memadati area diseputar alun-alun masjid untuk bergabung dengan ribuan warga Qom untuk menggelar demo Yaumul Quds.

Sepanjang mata memandang, ribuan orang dari berbagai wilayah di kota Qom tumplek bleg dan tampak antusias dengan penuh semangat mengikuti demo untuk kemerdekaan Palestina dari penjajah Israel.

Berbagai bendera dengan logo khas dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, pergerakan, spanduk warna-warni dan bendera Palestina tampak mencolok mata berkibar di tengah kerumunan ribuan massa.

Kami, anggota HPI yang dari sisi jumlah mungkin tidak seberapa, tetapi semangat terus menyala-nyala ditengah kerumunan ribuan massa dengan meneriakkann yel-yel anti Israel dan Amerika yang di komandoi oleh panitia. Ribuan orang, dari berbagai kalangan tua, muda, ibu-ibu dan anak-anak membaur dalam satu demo besar, Yaumul Quds.

Sekitar satu jam, rombongan HPI dengan khusuk mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh panitia dengan mengangkat tema “Al-Quds sebagai Ibu Kota Palestina”.

Panita juga membacakan beberapa pernyataan diantaranya, mengutuk keras kekejaman rezim Zionis, mengecam keras pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan Kedutaan Besar AS di al-Quds (Yerusalem) dan meminta seluruh masyarakat dunia untuk mendukung secara nyata kepada bangsa tertindas Palestina.

Usai mendengarkan ceramah yang berakhir sekitar pukul 11:15, ribuan massa berjalan perlahan meninggalkan komplek masjid dan bergerak menuju jalan raya yang dimulai dari Medan Mutahhari 50 meter sebelah utara Masjid Imam Askari.

Sepanjang perjalanan menuju Masjid Quds di Jalan Shafaiyya, yang terletak sekitar 2 kilo dari Medan Mutahhari, massa tanpa henti meneriakkan yel-yel “markbar Amerika Serikat”, “markbar Israel”, “markabar Saudi Arabia”. Di tengah penjajahan bangsa Palestina oleh rezim Zionis, ribuan pendemo tetap memiliki semangat perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.

Dalam salah satu diskusi, salah satu ikhwan mengatakan, Yaumul Quds adalah sebuah proyek. Ya, Yaumul Quds adalah sebuah proyek strategis besar di dunia yang belum ada sebelumnya untuk sebuah pembebasan. Pembebasan wilayah Palestina dengan al-Qudsnya yang suci sebagai ikon bagi Muslimin. Karena itu, tidak heran jika musuh-musuh Islam juga memahami strategi besar ini dengan membuat proyek tandingan untuk menghambat keberhasilan strategi besar. Diantara salah satu proyek musuh adalah menggerakkan muslimin untuk tidak terlibat dalam demo Yaumul Quds dengan berbagai dalih, mazhab, politik, bangsa dan bahkan menyoal tentang keberhasilan demo Yaumul Quds.

Mengapa badan-badan dunia seperti lumpuh menghadapi aksi-aksi kekerasan rezim Zionis? Jawabannya jelas, selain adanya proyek-proyek tandingan, juga faktor dukungan tanpa syarat Amerika Serikat terhadap aksi keji rezim rasis Zionis di forum-forum internasional.

Pada Kamis, 22 Ramadan 1399 H, bertepatan dengan tanggal 16 Agustus 1979 M, di Jumat terakhir bulan suci Ramadan, Imam Khomeini mengatakan;

“Hari Quds adalah Hari Dunia. Bukan hari yang dikhususkan untuk Quds. [Hari Quds] adalah hari perlawanan Mustadafin terhadap Mustakbirin. Hari perlawanan bangsa-bangsa yang berada di bawah tekanan kezaliman AS dan selain AS terhadap adidaya-adidaya. Hari dimana Mustadafin bersiap-siaga melawan Mustakbirin dan menjerembapkan hidung mereka ke tanah. Hari dimana akan terbedakan antara orang-orang munafik dan orang-orang yang berkomitmen”.

“Orang-orang komitmen memandang hari ini sebagai Hari Quds dan berbuat apa yang mesti mereka perbuat. Sedangkan orang-orang munafik – mereka yang di balik tabir berkenalan dengan adidaya-adidaya dan berteman dengan Israel -, mereka tidak peduli di hari ini, atau [bahkan] tidak membiarkan bangsa-bangsa berdemonstrasi”.

“Hari Quds adalah hari dimana nasib bangsa-bangsa tertindas harus jelas, dimana bangsa-bangsa tertindas harus menyatakan diri di hadapan kaum penindas”.

Ditengah sengatan panas terik matahari di penghujung musim semi, sekitar pukul 12.45 waktu Iran, ribuan massa mulai menghentikan orasi dan bersiap untuk menunaikan ibadah shalat Jumat. Berbagai atribut demo seperti bendera dan spanduk-spanduk dan selebaran dilipat rapih dan ditaruh di mobil-mobil boks yang sudah disediakan oleh panitia. [HPI]

Anak-anak ikut demo
Anak-anak ikut demo
Anak-anak ikut demo
Anak-anak ikut demo
Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.