Hari Kelahiran Pancasila: Jokowi Ingin Negeri Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur

Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo menyebut seluruh lapisan masyarakat menginginkan negara yang maju dan sejahtera. Dalam hal ini, dia menyebutkan kalimat dalam bahasa Arab baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

Hal itu disampaikan oleh Presiden dalam pidato Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Jumat (1/6). Jokowi menegaskan untuk memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika dan semangat berbagi.

Presiden memaparkan dengan semangat dan energi kebersamaan, pihaknya meyakini prestasi akan diraih dan memenangkan kompetisi. Dalam hal ini, Jokowi juga menyebut soal semangat berprestasi yang tertanam di setiap atlet Asian Games dan Asian Para-Games pada tahun ini.

Namun tak hanya atlet, Jokowi juga meyakini semangat itu juga ada pada seluruh profesi dan lapisan masyarakat lainnya.

“Saya yakin semangat berprestasi ini juga membara di seluruh lapisan masyarakat dan di seluruh jenis profesi untuk menjadikan Indonesia negara maju, negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” kata Presiden.

Secara umum, kalimat itu mengandung arti kondisi negeri yang makmur, adil dan sejahtera. Istilah itu relatif dipakai oleh sebagian organisasi Islam, mulai dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan juga Front Pembela Islam (FPI).

Berdasarkan pantauan, Jokowi hadir dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan kain batik serta blangkon batik.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla terlihat mengenakan kemeja lengan panjang lurik khas Makassar.

Turut terlihat Presiden kelima Megawati Soekarnoputri serta Wakil Presiden ke-11 Boediono yang mengenakan batik dan blouse merah maroon. Wakil Presiden keenam Tri Sutrisno juga hadir mengenakan batik lengan panjang.

Mengajak Ulama dan Aparat

Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi juga menyatakan agar nilai-nilai Pancasila untuk terus diamalkan. Dia mengatakan masalah kemajemukan juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi.

Oleh karena itu, kata dia, pengalaman soal bhinneka tunggal ika harus dibagikan untuk persatuan dan kebersamaan. Jokowi juga mengajak ulama hingga aparat terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Saya ingin mengajak para ulama dan tokoh agama, para guru dan ustaz, para politikus dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI dan Polri, para pekerja dan pelaku ekonomi … untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian,” kata Jokowi. [HPIIRAN]

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180601073751-20-302701/jokowi-ingin-negeri-baldatun-thoyyibatun-wa-rabbun-ghafur

Sumber gambar: ANTARA FOTO/Rivan Awal

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.