Renungan Ramadhan: Kita Dispesialkan Allah Swt

Setelah menanti sebelas bulan, akhirnya kita tiba di bulan yang selalu dirindukan oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia, bulan Ramadhan. Sampainya di bulan suci ini, tentu harus kita syukuri. Sebab, tak sedikit orang yang ingin berjumpa dengan bulan ini, namun, sanyangnya Allah lebih dulu memanggil mereka.

Seperti yang kita tahu, di bulan ini Allah menghamparkan karpet merah untuk para tamunya. Tak sampai di situ, Allah juga mempersilakan kepada para tamunya untuk sepuasnya menyantap jamuan ganjaran-Nya. Tentu, amat beruntung bagi mereka yang selalu memanfaatkan waktunya di bulan ini untuk selalu meraup ganjaran-Nya, dengan seanatiasa beribadah kepada-Nya.

Dari sini, kita bisa melihat betapa Allah Maha Penyayang, yang di bulan penuh berkah ini, Dia berlaku sebagai ‘Tuan Rumah’ yang tak pernah bosan menerima segala rapalan doa, harapan dan rintihan setiap hamba-Nya yang merindukan ampunan-Nya, tanpa pernah memilah-milah siapa yang paling sempurna di antara mereka. Sebab, bagi-Nya kita adalah sama. Hanya ketakwaan yang mampu membedakan setiap hamba di mata-Nya.

Boleh dikata, di bulan ini kita di-spesial-kan oleh-Nya. Itu tak lepas dari sebuah penggalan hadis yang amat populer, bahwa Ramadhan adalah bulan umatnya Rasulullah. Atas dasar itu, kita seperti dipermudah untuk meraup ganjaran di bulan ini. Saking mudahnya, tidur di bulan ini pun dihitung sebagai ibadah. Allahu akbar.

Di bulan ini, selain menyediakan berjuta pahala, juga memberi kita ruang untuk berkontemplasi, merenungkan tantang hal-hal yang telah maupun yang akan kita lakukan; tentang seberapa kesalahan yang telah kita perbuat selama hampir satu tahun ini atau mungkin selama hidup kita; tentang diri kita sendiri; juga tentang bagaiama sikap kita terhadap orang lain, dan masih banyak lagi perihal yang perlu kita renungkan lalu untuk kita perbaiki kesalahannya.

Dan yang paling penting dari semua itu adalah tentang ketakwaan kita. Sudahkah kita menjadi hamba-Nya yang takwa? Sebab, tujuan dari puasa adalah agar menjadikan setiap hamba bertakwa kepada Rab-nya, seperti yang termaktub dalam penggalan ayat al-Quran yang berbunyi begini,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana¬† diwajibakan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Pada akhirnya, kita harus bersujud syukur yang setulus-tulisnya kepada Allah Swt yang masih memberi usia panjang kepada kita. Berkat kasih sayang-Nya, untuk yang ke sekian kalinya Dia kembali mengantarkan kita ke samudera ganjaran yang tak berujung ini. Untuk itu, mari kita mengarungi samudera Ramadhan ini dengan penuh khusyuk, sebab kita tak tahu nasib kita tahun depan, apakah masih diberi kesempatan untuk kembali bersua dengan bulan mulia ini atau tidak.

Dengan segala kelemahan dan kerendahan hati, kita hanya bisa merapal doa, mudah-mudahan Allah memberi panjang umur buat kita, terutama buat orang-orang yang kita cintai, agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan berikutnya. Amin.

Marhaban ya Ramadhan. []

Oleh Ali Ridho

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.