Tujuan Hidup Perspektif Murtadha Muthahhari (IV)

Tujuan Hidup Perspektif Murtadha Muthahhari (III)

Tiga Pandangan terkait Tujuan Hidup

Pada tulisan-tulisan sebelumnya, telah kita jelaskan bahwa manusia diciptakan dari ketidak-sempurnaan menuju kesempurnaan. Telah dijelaskan pula bahwa tujuan penciptaan ialah mencapai kebahagiaan hakiki. Maka pertanyaan selanjutnya adalah apa itu kebahagiaan hakiki?

Syahid menawarkan tiga pandangan terkait kebahagiaan. Mari kita lihat tiga pandangan tersebut.

1. Mencapai puncak ilmu dan kemampuan

Menurut sebagian orang, tujuan penciptaan (kebahagiaan sejati) dan tujuan pengutusan para nabi adalah bahwa manusia mencapai puncak ilmu dan kemampuan. Tuhan, dari satu sisi, menciptakan manusia untuk ilmu dan pengetahuan. Dan kemuliaan manusia diukur dengan tingginya ilmu pengetahuan yang ia miliki. Dan dari sisi yang lain, Tuhan menciptakan manusia demi kemampuan dan kekuatan. Kesempurnaan manusia diukur dengan kuasanya. Semakin ia berkuasa dan berkekuatan, semakin ia menyempurna.

Kesempurnaan manusia bukanlah terletak pada fisiknya, tapi terletak pada ilmu pengetahuan dan kekuatan yang ia miliki. Demikian klaim pandangan ini.

2. Menguasai pemberian alam sebisa mungkin

Dalam pandangan ini, kesempurnaan manusia tertumpu pada kemampuan manusia dalam menggunakan alam ini demi hidup yang nyaman di dunia. Seorang manusia dikatakan sempurna ketika kehidupan tidak membuatnya susah. Ia mampu melakukan apapun demi memuaskan hasratnya. Orang lain pun tak mampu menghalanginya memenuhi hasratnya. Orang seperti ini adalah orang yang bahagia dan telah mencapai tujuan hidup.

Mereka menambahkan, para nabi datang untuk membantu manusia menggapai kenikmatan maksimum dan jauh dari kesusahan minimum.

3. Ibadah sebagai Tujuan Hidup

Syahid menekankan bahwa al-qur’an sama sekali tidak menyinggung dua pandangan di atas. Al-qur’an menyatakan dengan jelas bahwa,

“ Dan tidaklah Aku ciptakan manusia dan jin selain untuk menyembah-Ku.” (Adz-zariat: 56)

Syahid mengakui, memahami ayat ini terlihat musykil. Apa faedah ibadah bagi Tuhan? -Tak mungkin ada faedah bagi Tuhan. Dan apa faedah ibadah bagi manusia? Sehingga manusia diciptakan untuk beribadah. Namun nyatanya, al-qur’an menyatakan dengan jelas bahwa ibadah adalah tujuan penciptaan manusia dan jin.

Sampai di sini, kita telah mengenal, secara garis besar, pandangan-pandangan terkait tujuan hidup. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan membahas lebih rinci pandangan al-qur’an terkait tujuan hidup ini.

Penulis Farazdaq Khuza’i, Penikmat Filsafat dan Perenung Sufisme

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *