Dunia Global Baru Tanpa Amerika Serikat

Sejak Perang Dunia II, Amerika Serikat telah mendominasi sebagian besar dunia dengan kekuatan militer yang disertai dengan jaringan luas aparat intelijen dan kekuatan dolarnya. Keruntuhan Uni Soviet pada 1991 hanya menambah keangkuhan Amerika. Sejak itu, hampir 85% dari bank-bank sentral dunia mempertahankan cadangan mereka dalam bentuk dolar AS. Selain itu, pada tahun 1973, Amerika memaksa Saudi -,produsen minyak terbesar dunia pada saat itu,- untuk memperdagangkan minyak hanya dengan dolar yang kemudian muncul istilah petrodolar.

Pada awal abad ini, kekuatan baru muncul, Euro menjadi saingan greenback AS. Tidak lama, Euro menguasai 20% dari pasar mata uang cadangan yang mengurangi dominasi dolar. Belum tuntas dengan Euro, sekarang muncul mata uang lain -,Yuan Cina,- yang denyunnya sedang dirasakan di pasar keuangan global. Yuan muncul pada saat kekuatan ekonomi Cina terbesar kedua di dunia. Dalam satu dekade atau lebih, diperkirakan akan melampaui Produk Domestik Bruto AS (PDB). AS juga memiliki defisit perdagangan besar dengan Cina, bukan karena praktik perdagangan yang tidak adil atau transaksi yang buruk, seperti yang dituduhkan Donald Trump, tetapi karena perusahaan-perusahaan Amerika membuat produk yang buruk. Mereka juga mengalihdayakan sebagian besar pekerjaan manufakturing ke luar negeri untuk memotong upah para pekerja warga asli Amerika.

Kenaikan Yuan tidak dapat dihindari karena faktor kekuatan ekonomi Tiongkok dan perdagangan besar Beijing dengan negara-negara lain. Cina juga telah menandatangani perjanjian bilateral dengan sejumlah negara yang akan memperdagangkan mata uang masing-masing dan mencampakkan dolar. Bahkan ini sudah terjadi dengan Rusia dan sedang merintis langkah-langkah untuk membuat aturan serupa dengan Turki, Pakistan, dan negara-negara di Asia Tenggara. Ini satu sisi adalah tanda sebuah harapan, sekaligus akan semakin mengurangi pengaruh dolar.

Cina memiliki lebih dari $2 triliun cadangan. Hal ini secara bertahap akan melepaskan dolar dan menggantinya dengan emas. Bahkan, baik Rusia maupun Cina telah sepakat untuk mendukung cadangan negara-negara lain dengan emas. Ini adalah aturan sampai tahun 1971 ketika kemudian Presiden AS Richard Nixon membatalkan dolar dari emas. Logam kuning dengan kisaran harga $35/oz pada saat ini sekarang diperdagangkan di lebih dari $1.200. Ini mencerminkan penurunan tajam nilai dolar yang korbannya adalah negara-negara lain.

Di bidang militer, Amerika Serikat telah mengalami pukulan dan kegagalan besar. Meskipun persediaan senjata dan anggaran militernya sangat tinggi, (secara resmi mencapai $650 miliar per tahun), militer AS tidak pernah tercatat dalam sejarah memenangkan satu perang yang diluncurkan. Mungkin ini terdengar aneh tetapi itu adalah fakta dan benar. Amerika Serikat tidak pernah menang dalam perang!

Mari kita lihat catatannya. Selama ini, AS tidak pernah berperang sendirian, dia selalu mengumpulkan sekutu,- sebenarnya memaksa mereka untuk bergabung,- untuk melawan negara yang lebih lemah. Meskipun demikian, AS dan sekutu-sekutunya belum pernah berhasil. Di Afghanistan, Irak, dan Suriah adalah contoh-contoh segar dari kegagalan AS dan sekutunya, sementara sisi lain Korea Utara negara kecil di semenanjung Koera itu terus menerus menentang tebaran ancaman AS.

Setelah kekalahan AS di Afghanistan di tangan kelompok-kelompok Taliban, AS memutuskan untuk menggunakan proksi. Al-Qaeda dan ISIS dimunculkan untuk membuat kekacauan di Irak dan Suriah. Di kedua tempat itu, elemen-elemen takfiri ISIS juga berhasil dikalahkan dan harta teritorial mereka direduksi menjadi kantong-kantong yang terisolasi. Kemenangan ini diakui atau tidak karena bantuan tanpa henti dari Hizbullah dan Republik Islam Iran kepada dua negara tetangga tersebut. Berbagai saluran media Barat kemudian mengunggulkan kekuatan udara Rusia dalam mencapai kemenangan di Suriah, dan mengabaikan peran jauh lebih penting yang dimainkan oleh Hizbullah dan Republik Islam Iran. Tetapi menurut para ahli militer, kontribusi angkatan udara untuk setiap upaya perang modern adalah sekitar 10%. Itu berarti pasukan di tanah jauh lebih berperan dan efektif dalam membuat perbedaan nyata. Dalam perang di Suriah, Rusia tidak memiliki sepatu di tanah, sementara AS memiliki tentara Angkatan Darat sekitar 2.000 dan telah mendirikan pangkalan ilegal di negara ini.

Washington mengklaim bahwa pengiriman pasukan darat itu untuk memerangi ISIS. Jelas, ini adalah kebohongan paling nyata. ISIS adalah ciptaan AS dan sekutu-sekutunya. Setelah kekalahan mereka di Suriah, sisa-sisa elemen ISIS diangkut oleh helikopter Amerika menuju ke Afghanistan. Zamir Kabulov, utusan khusus Rusia untuk Afghanistan dalam sebuah pernyataan mengatakan terdapat lebih dari 10.000 elemen ISIS yang kini beroperasi di Afghanistan, berkat dukungan AS.

Tidak ada alasan bagi Pasukan Khusus AS untuk hadir di Suriah lagi dan memang tidak pernah ada alasan hadir di sana. Kehadiran mereka di Suriah adalah ilegal dan melanggar hukum internasional. Jenderal Qassem Solaimani, Komandan Pasukan Quds Iran, dalam sebuah pesan ke AS memperingatkan AS untuk segera mengeluarkan pasukannya dari Suriah atau mereka akan diusir secara paksa. Tidak seperti AS, para komandan Iran tidak pernah membuat ancaman kosong, mereka selalu memenuhi setiap perkatannya.

Dengan demikian, pilar kembar hegemoni AS,- dolar dan militer,- keduanya menurun drastis. Infrastruktur yang runtuh akibat badai di Amerika, pabrik-pabrik yang ditutup, dan kota-kota yang runtuh dengan jembatan ambruk dan pipa air yang membusuk adalah bukti positif bahwa AS sedang dalam kemunduran total. Bahkan sekutu Eropanya -, Inggris, Perancis, dan Jerman,- sudah cukup muak dengan kesombongan Amerika. Mereka kemudian memetakan arah kebijakan sendiri dalam urusan global.

Dunia multipolar baru sedang muncul, yang tentu saja menjanjikan masa depan lebih baik bagi umat manusia dari keangkuhan dan kebohongan Amerika Serikat. Dan kehancuran AS itu nampaknya semakin dipercepat oleh Donald Trump. [Faza]

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *